Batu, LINGKARWILIS.COM – Polisi masih terus memburu titik terang di balik kematian mahasiswa S3 Universitas Brawijaya (UB) berinisial KHK yang jasadnya ditemukan di aliran Sungai Celumprit, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Satreskrim Polres Batu memastikan proses penyidikan kasus tersebut masih berlangsung. Hingga Sabtu (12/9/2026), penyidik telah memeriksa 49 orang saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan KHK meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin mengatakan, jumlah saksi yang diperiksa bertambah dibandingkan sebelumnya. Polisi sebelumnya telah meminta keterangan dari 46 saksi.
“Kami melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 49 orang. Jadi berkembang, dari dulu 46 sekarang sudah 49, tiga orang saksi baru kami temukan,” ujar Zaenal, Minggu (13/9/2026).
Selain meminta keterangan dari tiga saksi baru, penyidik juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua orang yang sebelumnya telah dimintai keterangan.
Baca juga : Satgas Pangan Polres Batu Pantau Stok dan Harga Beras di Pasar Among Tani
Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam informasi dan mencocokkan berbagai keterangan yang telah dikumpulkan selama proses penyidikan.
Selain mengembangkan pemeriksaan saksi, polisi juga masih melakukan pencarian terhadap barang-barang milik korban yang diduga dapat membantu mengungkap kasus tersebut.
Pada 2-3 September 2026, tim penyidik melakukan pengurasan air di sekitar lokasi ditemukannya sepeda motor KHK. Lokasi tersebut berjarak sekitar 700 meter dari titik pertama jasad korban ditemukan.
Pengurasan dilakukan untuk mencari sejumlah barang pribadi korban yang hingga kini belum ditemukan. Polisi juga berharap menemukan benda lain yang dapat menjadi petunjuk dalam penyidikan.
“Upaya pencarian barang bukti itu kami lakukan dengan tujuan untuk mencari barang-barang milik korban yang masih belum ditemukan. Dan juga barangkali ada temuan bukti petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa ini,” jelas Zaenal.
Dalam proses tersebut, polisi menemukan sejumlah benda. Namun, penyidik belum memastikan bahwa benda-benda tersebut merupakan milik KHK.
Polisi masih melakukan klarifikasi kepada keluarga dan orang-orang terdekat korban untuk memastikan identitas barang yang ditemukan.
Baca juga : Sebanyak 97 KPM Desa Jemekan Kediri Terima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan
“Ada memang temuan beberapa barang, namun itu masih akan kami klarifikasi, kami pastikan kepada orang terdekat dari korban ini,” katanya.
Salah satu barang yang masih dalam pencarian disebut berupa perangkat elektronik milik korban.
Zaenal menegaskan, penyidikan kasus kematian KHK hingga kini masih terus berjalan. Polisi melakukan berbagai langkah untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.
“Bahwa penyidikan ini masih terus berlanjut dan kami juga sudah melakukan upaya-upaya penyidikan sampai nanti peristiwa ini jadi terang,” tegasnya.
Polres Batu selanjutnya akan menyampaikan perkembangan penyidikan kepada awak media apabila terdapat informasi terbaru yang dapat disampaikan kepada publik.
Sebelumnya, kasus kematian KHK juga mendapat perhatian dari BEM Malang Raya. Mereka mendesak kepolisian segera mengungkap perkara tersebut karena penyelidikan telah berlangsung cukup lama.
Jasad KHK diketahui ditemukan pada 20 November 2025. Hingga kini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab serta rangkaian peristiwa di balik kematian mahasiswa S3 UB tersebut. ***
Reporter: Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin





