Polres Batu Akan Panggil Dua Pengasuh SMP Al Izzah Terkait Dugaan Bullying

Dua Pengasuh SMP Al Izzah Kota Batu Bakal Dipanggil Polres Batu Terkait Dugaan BullyingSMP Al Izzah Kota Batu. (Arief)

Batu, LINGKARWILIS.COM – Proses pengusutan kasus dugaan bullying atau penganiayaan di SMP Islam Modern Al Izzah, Kota Batu, masih berlanjut. Informasi terbaru menyebutkan bahwa polisi akan memeriksa dua saksi baru dari kalangan pengasuh sekolah. Sebelumnya, telah dilakukan pemeriksaan terhadap enam saksi, termasuk terduga pelaku, terduga korban, dan para saksi lainnya.

Pemeriksaan dilakukan setelah pihak terduga korban melaporkan kejadian tersebut, serta hasil visum yang mendukung laporan tersebut.

“Kami akan memanggil dua pengasuh sekolah untuk pemeriksaan lanjutan, yang direncanakan akan dilaksanakan pada Kamis (14/3/2024),” ungkap Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Rudi Kuswoyo, Rabu (13/3/2024).

Baca juga : Progres Pembangunan Tol Kediri -Tulungagung Masih Tahap Sosialisasi ke 2

Setelah pemeriksaan terhadap pihak pengasuh, kepolisian akan meningkatkan penyelidikan ke tingkat gelar perkara terkait dugaan penganiayaan tersebut.

Peristiwa penganiayaan tersebut melibatkan korban dengan inisial JD (12) dan terduga pelaku bernama F, yang terjadi pada Minggu (03/03) di kamar asrama sekolah di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Fakta yang ditemukan dalam pemeriksaan menyebutkan bahwa korban mengalami luka memar pada wajahnya akibat tindakan pukulan dari F.

Baca juga : Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Kurangi Jam Belajar Siswa di Sekolah, Ini Infonya

Meskipun luka tersebut tidak terbilang parah, korban masih menjalani aktivitas seperti biasa di sekolah maupun di asrama.

Proses pengusutan kasus ini dilakukan dengan sangat hati-hati karena melibatkan pihak yang masih di bawah umur, baik korban, terduga pelaku, maupun saksi.

Kronologi kejadian disampaikan oleh kakak korban, Agus Setyawan (29), yang menyebutkan bahwa insiden bermula dari ejekan antara korban dan terduga pelaku di kamar asrama terkait Ambalan Pramuka. F tidak terima dengan ejekan tersebut dan langsung melakukan pukulan ke wajah JD.

Meskipun teman-teman mencoba memisahkan keduanya, F tetap marah dan mengancam untuk memukul siapapun yang mencoba memisahkan mereka. Namun, korban tidak membalas pukulan.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke polisi setelah melihat luka lebam yang dinilai brutal pada korban.***
Reporter : Arief Juli Prabowo
Editor : Hadiyin

Leave a Reply