Sosialisasi tahap kedua akan dimulai dari wilayah yang terdampak pembangunan akses bandara, terutama di wilayah Semampir, Mojoroto, Bujel, dan Gayam.
Linanda juga menyebut bahwa progres sosialisasi di wilayah Kabupaten Kediri sudah dilakukan di dua tempat, yaitu di Tiron dan Manyaran. Pengukuran juga telah dilakukan di dua desa tersebut.
“Sudah turun Satgas B, dari Dinas Pertanian, Dinas Perkim untuk mendata,” jelas Linanda.
Proses pematokan di wilayah kota sudah selesai, namun di wilayah kabupaten masih berlangsung. Target penyelesaian pematokan diharapkan bisa tercapai pada bulan Maret ini.
Dalam hal pembebasan lahan di Kecamatan Mojoroto, baru dua kelurahan yang sudah mengalami pembebasan lahan, yaitu Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Gayam. Dari 38 bidang terdampak di Kelurahan Gayam, baru 27 yang telah menerima Uang Ganti Rugi (UGR), sedangkan di Kelurahan Gayam masih ada 106 bidang terdampak.
Wilayah di Kecamatan Mojoroto yang terdampak meliputi Kelurahan Mojoroto, Kelurahan Gayam, Kelurahan Bujel, Kelurahan Mrican, Kelurahan Ngampel, Kelurahan Sukorame, dan Kelurahan Pojok.
Sebelumnya, dalam progres pembebasan lahan ini, ada beberapa masyarakat yang masih belum menerima jumlah UGR yang diberikan dan tidak menghadiri kegiatan musyawarah kedua yang diselenggarakan minggu lalu.***





