Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Polres Lamongan melalui Satreskrim kembali mengadakan program Jumat Curhat sebagai ruang dialog terbuka dengan masyarakat. Pada Jumat (12/9), kegiatan ini digelar bersama mahasiswa Universitas Islam Lamongan (Unisla) di Café D’Kota, Lamongan.
Hadir dalam forum tersebut KBO Satreskrim Polres Lamongan Iptu M. Yusuf Efendi, didampingi Kanit UPPA Ipda Wahyudi Eko Afandi dan Kanit IV Ipda Lizma Ramadhama. Agenda ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi, masukan, sekaligus keluhan dari kalangan pemuda, khususnya mahasiswa.
Dalam paparannya, Iptu Yusuf menekankan bahwa Jumat Curhat merupakan agenda rutin Polres Lamongan. Ia juga menjelaskan tugas pokok unit-unit di Satreskrim, mulai dari Pidana Umum (Pidum), Pidana Tertentu (Pidter), Tipikor, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), hingga Unit Siber.
Baca juga : Operasional Dapur Umum Pemkab Kediri Resmi Ditutup
“Dulu saya juga seorang mahasiswa, diajari senior untuk menyampaikan pendapat dengan baik. Sekarang saya bertugas mengawal rekan-rekan mahasiswa agar aspirasi bisa tersampaikan di ruang publik. Mari jadikan forum ini wadah saling bertukar pikiran,” ungkapnya.
Sementara itu, Ipda Wahyudi Eko Afandi dari Unit UPPA berpesan agar mahasiswa lebih bijak dalam pergaulan. Ia menyoroti pentingnya menghindari tempat sepi saat berpacaran yang rawan memicu tindak kejahatan. Menurutnya, Unit UPPA kerap menangani perkara sensitif seperti KDRT, kekerasan terhadap anak, hingga kasus pencabulan.
Dialog berlangsung hangat. Dimas Fernando, salah satu mahasiswa, menanyakan langkah kepolisian dalam menekan kebiasaan remaja yang terjerat miras. Menanggapi hal ini, Ipda Wahyudi menyebut pihaknya secara rutin bekerja sama dengan Satpol PP dan Satsamapta untuk menggelar razia serta melakukan sosialisasi ke sekolah dan kampus.
Baca juga : Jaga Stok Darah di PMI Kota Kediri, Warga Diimbau Rutin Donor
Mahasiswa lainnya, Al Faruq, mengusulkan agar Polres Lamongan membentuk forum silaturahmi antarperguruan silat, mencontoh praktik di Madura. Menanggapi usulan tersebut, Iptu Yusuf memastikan Polres bersama Muspika telah menyiapkan langkah pembinaan, patroli, hingga penegakan hukum demi mencegah bentrokan.
“Masukan dari teman-teman mahasiswa, termasuk gagasan forum perguruan silat, akan kami tindaklanjuti bersama IPSI. Harapannya, pencak silat tidak lagi dipandang sebagai sumber konflik, tetapi bisa melahirkan prestasi dan mengangkat nama daerah,” tegasnya.***
Reporter: Suprapto
Editor : Hadiyin





