Kediri, LINGKARWILIS.COM β Berawal dari mengikuti jejak sang kakak yang memiliki usaha industri rumahan sepatu kulit sapi, Dwi Puji Astutik kini sukses mengembangkan bisnis sepatu dan sandal dengan merek Dwizar.
Bersama sang suami, Reza Muhamad, ia telah menekuni usaha ini sejak tahun 2010 dan berhasil menembus pasar luar Jawa, seperti Sumatra dan Kalimantan.
Menjelang Lebaran, permintaan produk mereka mengalami peningkatan signifikan. Proses distribusi ke luar pulau dilakukan melalui pengiriman khusus, sementara di Jawa Timur, pemasaran dilakukan secara langsung maupun melalui jaringan distribusi.
Baca juga :Β Ratusan Produk UMKM Ramaikan Bazar Ngabuburit di Kabupaten Kediri
“Untuk wilayah Kediri, kami mengelola usaha ini secara mandiri bersama suami dan lima karyawan. Awalnya, hanya kami berdua yang mengerjakan semuanya, tetapi seiring perkembangan bisnis, kami mempekerjakan beberapa tenaga tambahan,” ungkap Dwi Puji Astutik, Jumat (21/3/2025).
Dwi menambahkan bahwa menjelang Lebaran, penjualan produk mereka meningkat drastis. Dalam sehari, toko mereka bisa menjual hingga empat pasang sepatu dan empat pasang sandal.
Harga sepatu bervariasi tergantung ukuran dan model, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000, sementara harga sandal berada di kisaran Rp100.000 per pasang.
Baca juga :Β PMI Kota Kediri Pastikan Stok Darah Aman, Gelar Safari Ramadan Setiap Hari
“Kami terus berinovasi untuk menghadirkan desain terbaru yang sesuai dengan selera generasi milenial, tanpa meninggalkan model klasik yang tetap diminati pelanggan dewasa. Menyesuaikan tren pasar menjadi kunci utama agar produk kami tetap kompetitif dan berkembang lebih baik,” tambahnya.
Usaha yang dimulai dari skala kecil ini kini telah berkembang dengan produksi yang lebih besar. Ke depan, Dwi dan suami berencana memperluas jaringan distribusi serta mengembangkan pemasaran digital agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin






