Batu, LINGKARWILIS.COM – Program Terapan Ekonomi Guru (PROTEG) yang diinisiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur semakin mengukuhkan perannya sebagai alternatif peningkatan kesejahteraan guru honorer. Melalui program ini, para pendidik tidak lagi sepenuhnya bergantung pada honor mengajar, tetapi mulai membangun usaha mandiri yang legal dan berkelanjutan.
Sebanyak 30 guru honorer terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur mempresentasikan perkembangan usaha mereka dalam kegiatan sharing session PROTEG yang berlangsung di Kota Batu, Kamis (5/2/2026). Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kapasitas kewirausahaan, terutama dalam menghadapi tantangan pasar dan keberlangsungan bisnis.
Jenis usaha yang dikembangkan peserta cukup beragam, mulai dari kuliner, percetakan, jasa kreatif, media pembelajaran interaktif, hingga sektor tata busana. Seluruhnya telah berjalan secara profesional dan memiliki izin usaha, menandai pergeseran dari usaha sampingan menjadi unit bisnis yang lebih matang dan kompetitif.
Baca juga : Sambut Ramadhan, PDAM Tirta Dhaha Kediri Beri Diskon Besar Biaya Sambungan Baru
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menilai PROTEG menghadirkan paradigma baru dalam penguatan ekosistem pendidikan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru honorer tidak selalu harus menunggu kebijakan struktural, tetapi bisa dicapai melalui pemberdayaan ekonomi yang terencana.
“Guru honorer memiliki potensi besar di luar ruang kelas. PROTEG membuka akses keterampilan dan pendampingan agar potensi itu berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang nyata,” ujar Aries, Kamis (05/02).
Ia menambahkan, sejak diluncurkan pada 2024, PROTEG menunjukkan perkembangan positif. Jumlah peserta terus bertambah, diiringi kualitas usaha yang semakin solid. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta telah memiliki bisnis aktif, bahkan beberapa siap naik kelas ke skala yang lebih besar.
Pelaksanaan PROTEG menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai mitra pendamping, khususnya dalam penguatan aspek teknis dan pemanfaatan teknologi. Program dirancang fleksibel dengan kombinasi pelatihan daring dan luring, sehingga tidak mengganggu tugas utama guru di sekolah.
Baca juga : Tasyakuran Swasembada Pangan, Bupati Kediri, Mas Dhito, Salurkan Alsintan dan Benih Padi ke 34 Desa
Koordinator Pelaksana PROTEG dari ITS, M. Zainul Asrofi, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis praktik menjadi kunci keberhasilan program. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga didorong menerapkan strategi pemasaran digital, manajemen usaha, dan inovasi produk secara langsung.
“Ketika guru honorer memiliki usaha yang stabil, mereka mendapatkan rasa aman secara ekonomi. Dampaknya tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga meningkatkan kualitas pengabdian mereka di sekolah,” jelasnya.
Pada tahap lanjutan, peserta terbaik memperoleh pendampingan khusus di bidang branding, pemasaran digital, dan copywriting. Upaya ini bertujuan memastikan usaha yang telah dirintis mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berharap PROTEG dapat menjadi model nasional dalam pemberdayaan guru honorer. Dengan pendekatan ekonomi produktif, program ini dinilai mampu menjembatani keterbatasan kebijakan struktural dan kebutuhan nyata di lapangan.***
Reporter : Arief Prabowo
Editor : Hadiyin

