Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kategori berat di Kabupaten Ponorogo masih cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat sebanyak 2.188 ODGJ, dengan dua di antaranya masih menjalani praktik pemasungan oleh keluarga.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo, Anik Setyorini, menjelaskan bahwa jumlah kasus pasung di Ponorogo terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2018 terdapat 14 ODGJ yang dipasung, kini jumlahnya tinggal dua orang.
“Kedua kasus ini merupakan re-pasung. Sebelumnya mereka sempat dilepaskan karena kondisinya membaik, namun kemudian kambuh kembali dan dianggap membahayakan lingkungan sekitar,” ujar Anik, Selasa (3/2/2026).
Baca juga : Stok Pupuk di Kabupaten Kediri Dipastikan Cukup untuk 2026
Ia menambahkan, penanganan terhadap ODGJ yang dipasung dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada keluarga. Dinkes mendorong agar mereka bersedia membawa pasien ke Poli Kejiwaan RSUD dr. Harjono Ponorogo atau RSJ Menur Surabaya dengan memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga memiliki fasilitas rehabilitasi ODGJ di Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, yang dapat digunakan secara gratis selama satu bulan sebagai tahap awal pemulihan.
“Jika keluarga belum siap melepas sepenuhnya, 32 puskesmas di Ponorogo siap memberikan perawatan dan obat sesuai standar medis. Setelah kondisi stabil, ODGJ dapat dikembalikan ke lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Baca juga : Prajurit TNI Gembleng Siswa MTS Nurul Ula Jamsaren, Kota Kediri, Ini Kegiatannya
Sementara itu, Staf Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur, Ronny Gunawan, memastikan bahwa dua kasus pasung dengan kerangkeng besi di Ponorogo telah tercatat dalam database Dinsos Jatim. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan keluarga untuk mencari solusi terbaik.
“Kasus ini sudah kami data. Kami berupaya mencari jalan keluar agar kedua ODGJ tersebut dapat segera dibebaskan. Jika keluarga mengizinkan, mereka akan dirujuk ke RSJ Menur Surabaya untuk menjalani rehabilitasi,” kata Ronny.
Ia menegaskan, selain perawatan medis, Dinsos Jatim juga akan memberikan pelatihan keterampilan kepada ODGJ setelah kondisinya stabil, agar mereka dapat kembali hidup mandiri di tengah masyarakat.
Baca juga : Persik Kediri Resmi Rekrut Dua Legiun Asing dari Spanyol dan Brasil
“Tidak hanya diberikan obat, tetapi juga pendampingan dan keterampilan agar mereka bisa berfungsi kembali secara sosial,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor : Hadiyin






