Kediri, LINGKARWILIS.COM – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi melepas keberangkatan lebih dari 2.000 peserta Gerak Jalan Napak Tilas Kediri–Bajulan di depan Balai Kota Kediri, Sabtu (20/12).
Agenda tahunan ini tidak hanya menjadi ajang uji ketahanan fisik, tetapi juga dimaknai sebagai sarana pembelajaran sejarah serta penguatan karakter kebangsaan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam sambutannya, Vinanda Prameswati menekankan bahwa Gerak Jalan Napak Tilas Kediri–Bajulan memiliki nilai strategis dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme. Kegiatan ini dinilai mampu menjadi media pembelajaran langsung untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan bangsa, terutama Jenderal Soedirman.
“Selain olahraga, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan rasa patriotisme dan membentuk kader-kader patriot bangsa,” ujar Vinanda.
Baca juga : Wahyu Hari Djatmiko Nahkodai FPRB Kabupaten Kediri
Ia menambahkan, melalui napak tilas tersebut, peserta diajak untuk mengenal sekaligus mengingat kembali jejak perjuangan Jenderal Soedirman agar nilai-nilai kepahlawanan tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Pada pelaksanaan tahun ini, Gerak Jalan Napak Tilas Kediri–Bajulan mengangkat tema “Menapak Jejak Perjuangan Menjaga Alam Kediri, Melangkah Bersama Menuju Kota Kediri Mapan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mengintegrasikan nilai sejarah perjuangan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Tema ini menjadi wujud upaya pemerintah daerah dalam menyatukan semangat sejarah perjuangan dengan kesadaran menjaga alam,” jelasnya.
Rute gerak jalan dimulai dari Balai Kota Kediri dan berakhir di Pesanggrahan Jenderal Soedirman, Dusun Magersari, Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dengan total jarak tempuh mencapai 47,9 kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta diwajibkan melewati tujuh pos yang berfungsi sebagai titik pengesahan sekaligus penilaian.
Baca juga : Operasi Pasar Murah Digelar di Kejari Kediri, Pemkot Jaga Stabilitas Harga Bapokting Jelang Nataru
Antusiasme peserta tampak sejak pagi hari. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang turut ambil bagian, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas pecinta alam, hingga peserta lanjut usia berusia hingga 60 tahun. Kategori perlombaan terbagi dalam beregu, perorangan usia 16–30 tahun, serta perorangan usia 31–60 tahun.
Gerak Jalan Napak Tilas Kediri Bajulan kembali menegaskan eksistensinya sebagai kegiatan yang memadukan unsur sejarah, olahraga, kepedulian lingkungan, dan semangat kebersamaan. Pemerintah Kota Kediri berharap kegiatan ini dapat terus dilestarikan dan menjadi ikon kebangsaan yang memperkuat identitas serta karakter masyarakat Kota Kediri.***
Reporter : Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin






