Blitar, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar terus bergulir, namun pelaksanaannya belum menjangkau seluruh calon penerima. Dari total sasaran, baru sekitar 32 ribu siswa yang telah menikmati layanan makan gratis tersebut. Sementara itu, sekitar 22 ribu lainnya masih menunggu giliran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengungkapkan, keterbatasan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi faktor utama belum meratanya layanan MBG. Program ini berjalan bertahap mengikuti kesiapan dapur layanan gizi.
“Harapannya, semua siswa bisa terlayani sebelum tahun ini berakhir. Program MBG memang bertahap dan sangat bergantung pada ketersediaan SPPG,” ujar Dindin, Minggu (07/12/2025).
Baca juga : 25 Tahun Mengabdi, Alumni DTT SMDE Polres Kediri Kota Jalin Kebersamaan Lewat Temu Kangen
Menurut data, puluhan ribu penerima yang belum terlayani tersebut tersebar di tiga kecamatan dan 21 kelurahan. Mereka mencakup kategori pelajar, ibu hamil, hingga anak-anak penerima jatah. Pemerintah Kota Blitar, kata Dindin, terus menggencarkan koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penambahan SPPG.
Targetnya, setiap kelurahan memiliki minimal satu SPPG. Bahkan, Pemkot menargetkan total 29 titik SPPG untuk memenuhi kebutuhan seluruh penerima manfaat. “Prosesnya berjalan bertahap. Semakin banyak SPPG berdiri, semakin cepat pemenuhan layanan MBG bagi semua siswa,” jelasnya.
Saat ini, sudah terdapat 11 SPPG yang beroperasi. Setiap dapur mampu melayani sekitar 2.500 penerima per hari, mulai dari pelajar, ibu hamil, hingga lansia.
Baca juga : Napak Tilas Kediri–Bajulan Siap Digelar Akhir Tahun, Tempuh Rute 37 Kilometer
Jika jumlah SPPG mencapai target, Pemkot optimistis seluruh siswa dapat menerima makanan bergizi gratis setiap hari sebagaimana tujuan utama program MBG.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






