BLITAR, LINGKARWILIS.COM – Momentum Idul Adha tahun ini membawa berkah luar biasa bagi Mansur (56), peternak sapi asal Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Salah satu sapi peliharaannya, seekor limousin simmental jantan berbobot hampir satu ton, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto.
Sapi tersebut, yang diberi nama Jihad, memiliki berat sekitar 970 kilogram dan dibeli seharga Rp 125 juta. Kabar itu disampaikan langsung oleh Mansur dengan penuh rasa syukur dan haru. “Awalnya tidak menyangka, apalagi sampai dibeli oleh Presiden. Ini benar-benar di luar dugaan,” ujar Mansur saat ditemui, Rabu (28/5/2025).
Menurut Mansur, sejak kecil sapi itu dirawat penuh ketelatenan. Sapi Jihad dibeli saat masih pedet dengan harga tak lebih dari Rp 12 juta, dan dipelihara dengan niat tulus untuk membiayai keberangkatan haji orang tua dan mertuanya. “Niatnya cuma satu, ingin membahagiakan orang tua. Saya pelihara dengan sabar, semoga jadi jalan berkah,” ungkapnya.
Baca juga : Lolos ke Porprov Jatim 2025, Tim Sepak Bola Kota Kediri Bidik Laga Final
Niat mulia itu ternyata berujung manis. Beberapa waktu lalu, seorang utusan datang ke rumahnya untuk menanyakan apakah sapi miliknya bisa dijadikan hewan kurban. Awalnya, Mansur ditawari Rp 100 juta. Ia mempertimbangkan karena hasil penjualan itu memang akan digunakan untuk biaya ibadah haji keluarga.
Beberapa hari berselang, Mansur diminta datang ke Surabaya untuk mengurus administrasi. Di sanalah ia baru mengetahui bahwa pembeli sapinya adalah Presiden Prabowo Subianto.
“Begitu tahu yang beli adalah Presiden dan harganya dinaikkan menjadi Rp 125 juta, saya tidak bisa menahan air mata. Allah mengabulkan doa saya,” ujar Mansur sambil mengusap matanya yang sembab.
Baca juga : DPRD Dorong ASN Baru di Kabupaten Kediri Tingkatkan Kinerja dan Inovasi Pelayanan Publik
Sapi Jihad dijadwalkan akan disembelih saat Idul Adha di Masjid Miftahul Jannah, Wlingi, Kabupaten Blitar. Kisah ini menjadi bukti bahwa niat baik dan ketulusan hati tak pernah sia-sia.***
Reporter: Aziz Wahyudi
Editor: Hadiyin





