Jombang, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Jombang secara resmi melepas satu keluarga asal Desa Ngoro untuk mengikuti program transmigrasi ke Desa Waleh, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Pelepasan tersebut dilakukan pada Senin (22/12) sebagai bagian dari program nasional pemerataan penduduk dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keluarga transmigran itu terdiri dari Muliono, istrinya Gendrolindu, serta anak mereka Galih Ramadan. Mereka akan menetap di kawasan permukiman transmigrasi Halmahera Tengah dan bergabung dengan puluhan kepala keluarga yang lebih dahulu menempati wilayah tersebut.
Sebagai bekal awal, Pemkab Jombang melalui Dinas Tenaga Kerja menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai senilai Rp10 juta, disertai bingkisan sebagai bentuk dukungan moral sebelum keberangkatan.
Baca juga : Sebanyak 18 Unit SPPG di Kota Kediri Masih Pakai Air Tanah, Bukan Air PDAM, Ini Infonya
Bupati Jombang menegaskan bahwa transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan upaya membuka akses ekonomi baru sekaligus mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Program ini merupakan hasil sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Di lokasi tujuan tersedia lahan yang dapat dikelola sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga transmigran,” ujarnya.
Ia berharap keluarga Muliono dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkontribusi dalam pembangunan daerah tujuan. Pemerintah daerah juga memastikan pendampingan tetap dilakukan meskipun para transmigran telah menetap di luar Pulau Jawa.
“Semoga ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan membawa keberkahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang menjelaskan bahwa program transmigrasi sepenuhnya merupakan kebijakan pemerintah pusat, dengan dukungan pemerintah kabupaten dan provinsi dalam proses persiapan hingga pemberangkatan.
Baca juga : Peringatan Hari Ibu 2025, Prosesi “Kediri Ngunduh Mantu” Satukan 44 Pasang Pengantin
“Pelepasan dilakukan dari daerah, sedangkan penempatan menjadi kewenangan pusat. Pemerintah provinsi memfasilitasi pembekalan dan tahapan keberangkatan,” jelasnya, Selasa (23/12).
Ia menambahkan, kawasan Waleh SP 3 dinilai memiliki potensi ekonomi menjanjikan karena didukung lahan subur untuk pertanian dan perkebunan, serta berdekatan dengan kawasan industri di Halmahera.
“Selain mengelola lahan yang telah disiapkan, transmigran juga memiliki peluang mengembangkan usaha di sektor lain,” pungkasnya.
Pada tahun ini, keluarga Muliono menjadi satu-satunya wakil dari Kabupaten Jombang dalam program transmigrasi. Sebelumnya, Muliono bekerja sebagai buruh serabutan dan menyatakan kesiapannya memulai kehidupan baru dengan memanfaatkan fasilitas dan lahan yang telah disediakan pemerintah.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





