Sebanyak 47 Ribu Pekerja Bergaji di Bawah UMR di Nganjuk Terima BSU, Bupati : Jangan Mau Dipotong!

47 Ribu Pekerja Bergaji di Bawah UMR di Nganjuk Terima BSU, Bupati: Jangan Mau Dipotong!
Bupati bersama warga masyarakat yang menerima BSU (Humaskab Nganjuk)

NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 47.000 pekerja berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) di Kabupaten Nganjuk akan menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah daerah. Penyaluran tahap pertama secara simbolis diberikan kepada 1.800 penerima pada Rabu (23/7/2025) di Pendopo Kabupaten Nganjuk.

Program ini merupakan langkah strategis Pemkab Nganjuk dalam memperkuat daya beli pekerja yang menerima upah di bawah Rp3,5 juta per bulan. Bupati Marhaen Djumadi mengatakan bahwa bantuan akan disalurkan secara bertahap dalam lima gelombang.

“Ini bentuk perhatian kami untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama para pekerja sektor informal dan kelompok pengabdi masyarakat,” ujar Bupati.

Penerima manfaat berasal dari berbagai kalangan, antara lain ketua RT, RW, anggota BPD, guru ngaji, guru madin, guru sekolah minggu, dan guru TPA. Masing-masing akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu untuk alokasi dua bulan.

Baca juga : Sidak Satgas Pangan Kabupaten Kediri, Tak Temukan Beras Oplosan, Namun Temukan Produk Tanpa Label

Adapun syarat utama penerima ialah sudah terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan. Penyaluran dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan bagi yang belum memiliki rekening, bantuan bisa dicairkan lewat kantor pos.

Bupati Marhaen mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan program ini untuk keuntungan pribadi. Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan praktik pungutan liar atau pemotongan bantuan.

“Kalau ada oknum yang memotong dana bantuan, segera laporkan ke Inspektorat atau langsung ke nomor WhatsApp kami. Kami tidak akan segan menindak,” tegasnya.

Program BSU ini diharapkan menjadi stimulus ekonomi bagi ribuan warga Kabupaten Nganjuk dan menjaga kestabilan konsumsi rumah tangga di tengah tekanan ekonomi saat ini.***

Reporter: Inna Dewi Fatimah

Editor : Hadtiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *