Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Sebanyak 5.967 pelanggar lalu lintas terjaring dalam sepekan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di Tulungagung. Menyikapi tingginya angka pelanggaran tersebut, Satlantas Polres Tulungagung akan meningkatkan penindakan represif pada pekan kedua operasi.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila, mengatakan pada pekan pertama pihaknya lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif, meski tetap disertai penindakan represif.
“Pekan pertama kami fokus pada kegiatan preemtif dan preventif, sehingga sebagian besar pelanggar hanya diberikan teguran dan diingatkan agar tidak mengulangi pelanggaran,” ujar Taufik, Jumat (13/2/2026).
Dari total pelanggar yang terjaring, sebanyak 5.086 pengendara dikenai sanksi teguran. Sementara penindakan melalui tilang lebih banyak dilakukan secara elektronik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik mobile maupun statis.
Baca juga : Anda Ingin Menikmati Buka Puasa dengan Nuansa Arabian ? Silahkan, Kunjungi Lotus Garden Hotel Kediri
Tercatat, sebanyak 767 pelanggaran terekam melalui sistem ETLE. Selain itu, petugas juga melakukan tilang manual di sejumlah titik rawan pelanggaran. Hasilnya, 114 pengendara ditindak langsung di tempat.
“Tilang manual difokuskan pada kendaraan yang tidak sesuai standar, tidak dilengkapi surat-surat, serta pengendara yang tidak memakai helm. Total ada 114 pelanggar,” jelasnya.
Dalam operasi ini, Satlantas juga menargetkan penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Hingga kini, 52 kendaraan telah diamankan karena menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Baca juga : TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Melihat masih tingginya angka pelanggaran pada pekan pertama, Taufik menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan penindakan represif pada pekan kedua Operasi Keselamatan Semeru 2026. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus memberikan efek jera.
“Karena pelanggaran masih cukup tinggi, pada pekan kedua ini kami akan lebih mengedepankan tindakan represif,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





