PONOROGO, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo tengah mempersiapkan peluncuran Program Sekolah Rakyat (SR) yang akan mulai berjalan pada Juli 2025. Pendataan calon siswa telah dimulai, dengan sasaran utama berasal dari keluarga kategori desil 1, yakni kelompok 10 persen termiskin berdasarkan data kesejahteraan nasional.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa terdapat sekitar 6.600 keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 menurut data Dinas Sosial. Mereka akan menjadi prioritas utama dalam seleksi penerimaan siswa Sekolah Rakyat.
“Kelompok desil 1 ini yang akan kami prioritaskan. Meski jumlahnya 6.600, tidak semuanya masuk karena bisa jadi ada yang masih aktif bersekolah atau telah menyelesaikan pendidikan,” ujar Bupati Sugiri, Senin (5/5/2025).
Baca juga : Curi iPhone dan Uang Majikan, Remaja 17 Tahun Diciduk Polisi di Kediri
Dijelaskan lebih lanjut, seleksi akan menyasar anak-anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA. Setelah lolos seleksi, para siswa akan menerima fasilitas pendidikan lengkap, tak hanya pelajaran akademik, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Ini terobosan luar biasa. Mereka akan mendapatkan pendidikan formal sekaligus pembentukan karakter dan keagamaan secara utuh,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang Giri.
Sementara ini, proses belajar mengajar akan berlangsung di gedung IKM di Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan. Gedung ini difungsikan sementara sambil menanti rampungnya pembangunan kampus Sekolah Rakyat permanen di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, yang berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





