Sekolah Rakyat Tulungagung Hanya Dapat Dua Rombel SD, Dinsos Akui Sulit Cari Siswa yang Siap Tinggal di Asrama

Sekolah Rakyat Tulungagung Hanya Dapat Dua Rombel SD, Dinsos Akui Sulit Cari Siswa yang Siap Tinggal di Asrama
Tim Survei Kementerian PU saat melakukan peninjauan lahan yang diusulkan untuk Sekolah Rakyat di Tulungagung (isal)

Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Rencana pembukaan jenjang Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Rakyat Tulungagung mengalami penyesuaian. Dari usulan awal tiga rombongan belajar (rombel), Kementerian Sosial (Kemensos) hanya menyetujui dua rombel.

Pengurangan tersebut terjadi karena Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung mengalami kendala dalam menjaring calon peserta didik kelas I SD yang bersedia mengikuti sistem pendidikan berasrama.

Kepala Dinsos Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, mengatakan semula pihaknya mengusulkan tiga rombel untuk jenjang SD. Sementara untuk jenjang SMP dan SMA masing-masing diusulkan sebanyak empat rombel.

“Untuk jenjang SD memang ada penyesuaian. Awalnya kami mengusulkan tiga rombel, tetapi yang disetujui hanya dua rombel karena kami cukup kesulitan mencari siswa kelas I,” ujar Reni, Sabtu (25/7/2026).

Baca juga :Β Kepergok Warga, Pencuri Kotak Amal di Tulungagung Pingsan Setelah Terjatuh Saat Kabur

Menurutnya, tantangan utama bukan pada ketersediaan calon siswa, melainkan kesiapan anak usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama. Sebab, pada usia tersebut anak masih membutuhkan pendampingan dari orang tua.

Reni menjelaskan, data calon peserta didik telah disiapkan melalui basis data Program Keluarga Harapan (PKH). Prioritas diberikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2 sesuai kriteria yang ditetapkan Kemensos.

“Data calon siswanya sudah tersedia. Kami mengambilnya dari data PKH dengan sasaran anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat di Tulungagung ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Namun, khusus jenjang SD diperlukan pendekatan lebih intensif kepada keluarga agar orang tua bersedia melepas anaknya mengikuti pendidikan berasrama.

Sebagai bentuk pendampingan pada masa awal, Dinsos berencana memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menemani anak selama satu hingga dua hari pertama di asrama agar proses adaptasi berjalan lebih baik.

Baca juga :Β Kandang Puyuh di Kepung Kediri Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp25 Juta

“Kalau diperlukan, orang tua bisa mendampingi anak selama satu atau dua hari pertama agar mereka lebih nyaman saat mulai tinggal di asrama,” kata Reni.

Ia menambahkan, Program Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada peningkatan akses pendidikan bagi anak, tetapi juga bertujuan memberdayakan keluarga penerima manfaat. Selain pendidikan gratis bagi siswa, orang tua juga akan mendapatkan pendampingan, bantuan pengembangan usaha, hingga program perbaikan rumah dari Kemensos.

“Harapannya manfaat program ini tidak hanya dirasakan anak, tetapi juga orang tuanya sehingga keluarga menjadi lebih mandiri dan berdaya,” pungkasnya.***

Reporter : Sholeh Sirri

Editor :Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *