BLITAR, LINGKARWILIS.COM — Tingkat kewaspadaan masyarakat Kota Blitar terhadap potensi kebakaran dinilai masih perlu ditingkatkan. Pasalnya, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi dipicu oleh kelalaian, terutama terkait penggunaan kompor dan instalasi listrik.
Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Blitar, sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 19 peristiwa kebakaran. Kejadian tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kepanjenkidul, Sananwetan, dan Sukorejo.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar, Bayu Wijayanto, menyampaikan bahwa meski jumlah kasus menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kewaspadaan masyarakat tetap perlu diperkuat.
“Sepanjang 2025 tercatat 19 kejadian kebakaran. Kami berharap masyarakat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Baca juga : Pemkot Kediri Tata Ulang Jalan Stasiun, Arahkan Jadi Kawasan Pedestrian dan Wisata
Bayu menjelaskan, angka kebakaran tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang mencapai 31 kasus. Dari hasil evaluasi, penyebab kebakaran paling sering berasal dari faktor kelalaian pemilik rumah, seperti lupa mematikan kompor serta korsleting listrik.
Korsleting listrik, lanjutnya, umumnya dipicu oleh instalasi jaringan yang tidak sesuai standar atau penggunaan beban listrik berlebihan hingga menimbulkan percikan api.
“Sebagian besar karena kelalaian. Ada yang lupa mematikan kompor, ada pula akibat korsleting listrik yang memicu munculnya api,” jelasnya.
Untuk lokasi kejadian, kebakaran paling banyak terjadi di rumah tinggal. Selain itu, sejumlah kasus juga menimpa ruko, toko, hingga kendaraan. Meski tidak ada laporan korban jiwa, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan upaya antisipasi sejak dini.
Baca juga : SPPG Palmturi Kemuning Diresmikan, Perkuat Implementasi Program Gizi Nasional di Kota Kediri
Saat ini, UPT Pemadam Kebakaran Kota Blitar memastikan kesiapsiagaan personel selama 24 jam. Setiap laporan kebakaran yang masuk langsung ditindaklanjuti dengan langkah pemadaman di lapangan.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin





