LINGKARWILIS.COM – Para petani jagung di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Jombang menggelar aksi gropyokan tikus secara massal, Senin (9/6). Kegiatan ini digagas sebagai respons atas serangan hama yang telah merusak puluhan hektare lahan pertanian.
Aksi tersebut menjadi bagian dari Gerakan Pengendalian Hama Terpadu yang melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, pemerintah desa, kelompok tani (Gapoktan), dan perusahaan swasta PT SUR 3.
Kepala Bidang Perlindungan, Pasca Panen, dan Pemasaran Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian Jombang, Akhmad Jani Masyhudi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan bukan sekadar respons jangka pendek.
βIni bentuk komitmen bersama antara pemerintah, petani, dan swasta. Pengendalian hama akan terus dilakukan secara rutin,β ujar Jani di lokasi kegiatan.
Menariknya, petani mendapat izin untuk masuk ke area peternakan milik PT SUR 3 yang diduga menjadi salah satu sarang tikus akibat buruknya kondisi sanitasi. Pihak perusahaan berjanji akan melakukan pembersihan dan perbaikan selama sepuluh hari ke depan.
Wisata Hits Santerra de Laponte Malang Terancam Disegel, DPRD: Tak Pernah Bayar Pajak!
Di area peternakan tersebut juga terdapat 12 rumah burung hantu (pag upon) yang belum difungsikan. Rencananya, fasilitas ini akan dipindahkan dan dimanfaatkan petani, dengan koordinasi bersama pemerintah desa.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pertanian akan membentuk Regu Pengendali Hama di tingkat desa. Pembentukan dilakukan melalui musyawarah desa (musdes), dan akan didukung penuh oleh pemerintah setempat.
Data sementara mencatat sekitar 5 hektare lahan rusak akibat serangan hama, sementara 30 hektare lainnya terancam. Serangan tidak hanya berdampak pada tanaman jagung, tetapi juga pada komoditas lain seperti krai dan terong.
Ketua Gapoktan Desa Balongsari, Suwito, menyambut baik sinergi lintas sektor ini. βSerangan tikus itu masif. Tidak bisa ditangani sekali dua kali. Kami harap kegiatan semacam ini bisa rutin dilakukan,β ujarnya. (st2)


