LINGKARWILIS.COM – Ladang tomat milik Muhaimin di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, tengah dipenuhi buah ranum siap panen.
Namun, kegembiraan petani tersebut tak selebar biasanya. Anjloknya harga jual menjadi Rp2.000 per kilogram membuat keuntungan yang diperoleh sangat tipis bahkan nyaris tidak menutup biaya produksi.
Muhaimin mengungkapkan bahwa harga tomat pada minggu sebelumnya masih berada di kisaran Rp4.000 per kilogram, sedangkan kini hanya mencapai Rp2.000 per kilogram di tingkat tertinggi.
Ia membandingkan kondisi ini dengan masa-masa sebelumnya ketika harga dapat mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Di sisi lain, biaya pupuk dan obat-obatan terus meningkat.
Polres Malang Siapkan 1.402 Personel untuk Amankan Laga Arema FC vs PSBS Biak
Petani tersebut mengaku telah menghabiskan sekitar Rp12 juta untuk menanam tomat di lahan seluas 1.400 meter persegi. Dengan hasil panen sekitar 1,2 hingga 1,3 ton, harga rendah seperti saat ini membuat pendapatan dari penjualan jauh dari harapan.
Menurutnya, penurunan harga disebabkan oleh panen serentak yang terjadi di berbagai daerah penghasil tomat di Jawa Timur. Ia menilai pasokan yang melimpah tidak diimbangi dengan permintaan pasar, sehingga harga anjlok.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Muhaimin tetap memanen tomat dengan penuh harapan. Ia mengatakan bahwa hasil panen hari itu akan dibawa ke Pasar Nganjuk, dengan harapan harga bisa sedikit membaik.Β (st2/ag)
Editor: Shadinta Aulia Sanjaya





