Lamongan, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, menginisiasi kegiatan pengendalian hama tikus melalui aksi gropyokan tikus massal di area persawahan, Senin (15/12/2025). Langkah ini dilakukan sebagai upaya kolektif melindungi tanaman padi dari ancaman hama yang berpotensi menurunkan produktivitas panen petani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat desa, petugas pertanian, hingga masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Kedali Imam Mawardi, Bhabinkamtibmas Desa Kedali Bripda A. Rozeki Tegar R, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan Khusnun Nisa, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Endang, kelompok tani, serta warga yang antusias mengikuti gropyokan di lahan sawah.
Baca juga :Kepala Dinas Pendidikan Hadiri Dies Natalis ke-64 SDN Banjaran 4 Kota Kediri
Kepala Desa Kedali Imam Mawardi menjelaskan, gropyokan tikus merupakan metode pengendalian hama yang dilakukan secara massal dengan menyusuri area persawahan untuk mengusir tikus dari sarangnya, lalu menangkap atau membunuhnya menggunakan alat sederhana seperti pentungan kayu.
“Kegiatan ini bertujuan menyelamatkan tanaman padi dari serangan hama tikus. Selain efektif, cara ini juga lebih aman dibandingkan penggunaan racun maupun jebakan listrik, sekaligus memperkuat kebersamaan antarpetani,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pucuk AKP Su’ud melalui Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap aktivitas positif masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Baca juga : Dorong Pelayanan Publik Lebih Cepat, Pemkot Kediri Distribusikan 46 Unit Mobmas MAPAN Berbasis Aplikasi
“Pendampingan ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga keamanan, serta mempererat hubungan dengan masyarakat,” jelas Ipda Hamzaid.
Ia menambahkan, gropyokan tikus menjadi solusi aman untuk menghindari penggunaan jebakan listrik yang berisiko tinggi dan dapat mengancam keselamatan warga.
“Selain lebih aman, kegiatan ini juga menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” pungkasnya.***
Reporter: Suprapto





