Daerah  

Soal Biaya PTSL di Kabupaten Kediri, Mas Dhito : Tidak Ada Iuran yang Dipaksakan

Soal Biaya PTSL di Kabupaten Kediri, Mas Dhito : Tidak Ada Iuran yang Dipaksakan
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (bakti)
Kediri, LINGKARWILIS.COM – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan bahwa tidak ada iuran yang dipaksakan dalam pengurusan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Pemerintah Kabupaten Kediri dan pemerintah pusat menanggung biaya untuk sertifikat yang sudah resmi menjadi milik warga.

“Ada panitia desa yang terbentuk yang tentunya membutuhkan biaya-biaya kebutuhan lainnya. Namun secara umum tak ada pungutan yang dipaksakan dan biasanya warga yang mampu membayar sebanyak itu,” jelas Mas Dhito, saat meninjau Jembatan Jongbiru, Kamis (20/6).

banner 400x130
Baca juga : Kamu Punya Motor 250 cc ? Harus Mengurus SIM C1, Bisa Diperoleh di Satlantas Polres Kediri Kota Kota

Mas Dhito juga menambahkan bahwa jika memang terdapat indikasi pelanggaran hukum terkait pungutan ini, aparat penegak hukum (APH) yang berwenang akan mendalaminya. Dia menekankan bahwa pemantauan dan penindakan akan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Seperti yang banyak diberitakan, dalam kepengurusan PTSL di desa, terdapat variasi iuran yang dibebankan kepada warga, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 600.000. Hal inilah yang dinilai memberatkan warga saat mengurus PTSL.

Pemerintah akan terus mengawasi dan memastikan bahwa proses PTSL berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan tidak memberatkan masyarakat.
Mas Dhito sudah mendalami adanya dugaan pungutan liar di luar ketentuan dalam program PTSL. Menurut Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, biaya yang seharusnya dibebankan kepada masyarakat hanya sebesar Rp 150.000.
Namun, di lapangan, terdapat laporan bahwa iuran tersebut mencapai Rp 500.000, yang digunakan untuk keperluan administrasi panitia PTSL di desa.***

Reporter : Wijayanto
Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *