Tulungagung, LINGKARWILIS.COM — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren MIA memberikan klarifikasi terkait insiden dugaan gangguan kesehatan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Sore Tulungagung.
Pihak SPPG meminta seluruh pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi agar peristiwa tersebut dapat disikapi secara objektif.
Kepala SPPG Moyoketen I, Arinia, menyampaikan rasa prihatin sekaligus permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para pelajar. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan hal yang tidak diharapkan dan menjadi perhatian serius pihaknya.
Baca juga : Mahasiswa Bersama DPC PDIP Tulungagung Tegas Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung
“Secara pribadi dan kelembagaan, kami menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan,” ujar Arinia, Sabtu (24/1/2026).
Pasca kejadian, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah mengambil sampel menu MBG yang didistribusikan SPPG Moyoketen I ke SMK Sore Tulungagung dalam tiga hari terakhir. Namun demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami pelajar masih belum dapat dipastikan dan menunggu hasil uji laboratorium.
Arinia menjelaskan, selama beroperasi pihaknya selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Proses memasak juga diawasi oleh tenaga ahli gizi serta juru masak berpengalaman.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan gangguan kesehatan tersebut berasal dari MBG. Berdasarkan hasil observasi awal Dinkes Tulungagung, diketahui sejumlah pelajar sempat mengonsumsi makanan dari luar sebelum menyantap MBG.
Baca juga : Bus Harapan Jaya Kecelakaan di Simpang Empat Muning Kota Kediri, Lalu Lintas Sempat Tersendat
“Dengan kondisi tersebut, tentu belum bisa dipastikan bahwa gangguan kesehatan ini murni disebabkan oleh MBG,” jelasnya.
Dalam proses pemeriksaan, pihak SPPG juga menyoroti tidak adanya sampel muntahan dari pelajar yang mengalami keluhan kesehatan. Menurut Arinia, sampel tersebut sejatinya dapat menjadi salah satu bukti penting dalam menelusuri sumber gangguan kesehatan.
Meski demikian, sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Moyoketen I menyatakan akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh dan perbaikan tata kelola, tanpa menunggu hasil akhir uji laboratorium. Pihaknya juga telah menjenguk pelajar yang menjalani perawatan serta berkoordinasi dengan pihak sekolah.
“Kami bersikap kooperatif dan siap membantu seluruh proses pemeriksaan. Kami juga sudah mengunjungi pelajar yang dirawat di puskesmas dan terus berkomunikasi dengan pihak sekolah,” imbuhnya.
SPPG Moyoketen I berharap masyarakat, khususnya di Tulungagung, dapat bersabar dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang agar tidak muncul kesimpulan dini yang berpotensi merugikan pihak tertentu.
“Kami berharap semua pihak menunggu hasil resmi agar persoalan ini dapat dilihat secara objektif,” pungkas Arinia.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin






