Nganjuk, LINGKARWILIS.COM – Anton, Ketua RT 1 Dusun Pojok, Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden keracunan massal yang terjadi usai acara tujuh bulanan (tingkepan) anaknya. Dalam keterangan yang disampaikan kepada media pada Selasa (29/4), Anton menegaskan bahwa keluarganya sama sekali tidak berniat mencelakai warga.
Sebanyak 60 dari sekitar 100 tamu undangan mengalami gejala keracunan setelah menyantap nasi berkat yang dibagikan dalam acara tersebut. Namun, Anton menyatakan bahwa peristiwa tersebut murni musibah dan tidak ada unsur kesengajaan.
“Acara ini kami gelar sebagai bentuk rasa syukur atas kehamilan anak kami. Tidak ada sedikitpun niat jahat dari keluarga untuk menyakiti siapa pun,” tegas Anton dengan nada prihatin.
Baca juga : Kecelakaan Maut di Jalan Raya Blitar-Kediri, Pemuda Asal Udanawu Tewas di Tempat
Ia juga menjelaskan bahwa sejak kejadian, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah desa. Penanganan para korban pun dilakukan secara cepat dengan melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Klinik Pak Hari, Puskesmas Ngronggot, RS Kertosono, Puskesmas Prambon, dan RS Muhammadiyah Kediri.
Menanggapi isu yang menyebutkan acara tingkepan ini merupakan tradisi rutin keluarganya, Anton pun membantah. “Ini bukan kegiatan rutin keluarga. Kami hanya menggelar acara ini secara khusus untuk kehamilan anak kami kemarin,” tuturnya.
Menariknya, Anton dan anggota keluarganya yang lain diketahui tidak mengalami gejala keracunan, meskipun turut menyantap hidangan yang sama. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa keluarga tidak punya motif untuk mencelakai tamu.
Baca juga : Edarkan Ribuan Pil ‘Lele’, Warga Kediri Diciduk di Nganjuk, Bandar Masih Diburu
Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para warga yang terdampak.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin





