Sosialisasi MBG di Wonojoyo, Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi Soroti Gizi Bermutu dan Pencegahan Stunting Sejak Dini

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI sosialisasikan BMG
Sesi foto bersama usai acara (Bidu)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI  mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Balai Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jumat (6/2/2026) sore.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi IX, Nurhadi, S.Pd., M.H, Khusnul Arif, S.Sos (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur), Alfian (Anggota DPRD Kabupaten Kediri), Said Karim, S.T., M.T (perwakilan BGN/KPPG Jember), dr. Ika Tjandra Kusuma (Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri), serta Kepala Desa Wonojoyo, Dwi May Susanto.

Baca juga : Kisah Fahriel Gilang Saputra, Siswa SMA di Kediri yang Viral Berawal dari Konten Cukur Rambut

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan pemaparan materi dari narasumber. Diskusi serta sesi tanya jawab berlangsung aktif, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap program yang berfokus pada pemenuhan gizi anak dan kelompok rentan.

Dalam paparannya, Nurhadi menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi strategis bagi masa depan bangsa.

“MBG tidak hanya berbicara soal makanan, tetapi tentang menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kualitas gizi hari ini akan menentukan kualitas bangsa di masa depan,” ujarnya.

Kepala Desa Wonojoyo, Dwi May Susanto, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang.

“Kami mengapresiasi sosialisasi ini karena memberikan edukasi langsung kepada warga. Pemerintah desa siap mendukung implementasi MBG melalui sinergi dengan kader kesehatan, posyandu, dan lembaga pendidikan setempat,” katanya.

Baca juga : Stasiun Ngangeni, Ikhtiar Melestarikan Jejak Sejarah dan Menggerakkan Wisata Budaya Kediri

Sementara itu, dr. Ika Tjandra Kusuma menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Ia menjelaskan bahwa stunting tidak hanya dipengaruhi asupan gizi anak setelah lahir, tetapi juga kondisi kesehatan dan gizi ibu selama hamil.

“Upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan. Ibu hamil perlu mendapat asupan gizi seimbang, melakukan pemeriksaan rutin, serta mengonsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan. Jika kondisi ibu sehat dan gizinya tercukupi, peluang melahirkan anak yang sehat akan semakin besar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan, termasuk penerapan pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

Dukungan terhadap program MBG turut disampaikan oleh masyarakat. Rifa’i, warga RT 04 RW 03 Dusun Krancangan, Desa Wonojoyo, menyatakan apresiasinya terhadap program tersebut. Namun, ia mengusulkan adanya penyesuaian menu berdasarkan jenjang pendidikan.

“Saya mendukung penuh program ini. Namun, akan lebih baik jika menu untuk anak TK, SD kelas 1–3, dan SMP dibedakan agar sesuai kebutuhan gizi masing-masing dan tidak terbuang,” ungkapnya.

Acara yang dipandu oleh Heri Sunoto, S.H., M.H. ini ditutup dengan menyanyikan lagu “Padamu Negeri” serta sesi foto bersama antara peserta dan narasumber. ***

Reporter : Agus SUlistyo

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *