Berita  

Sritex 59 Tahun Berjaya Kini Resmi Tutup Permanen, Ini 3 Faktor Penyebabnya!

Sritex 59 Tahun Berjaya Kini Resmi Tutup Permanen, Ini 3 Faktor Penyebabnya!
Perpisahan seluruh karyawan Sritex (Instagram/sritexindonesia)

LINGKARWILIS.COM – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang telah beroperasi selama 59 tahun sejak didirikan pada 1966 resmi menghentikan operasionalnya mulai Sabtu, 1 Maret 2025.

Pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara.ini sempat bertahan dari berbagai tantangan ekonomi, termasuk krisis moneter 1998 yang mengguncang banyak perusahaan lain.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi keuangan Sritex terus memburuk akibat
meningkatnya utang, tingginya biaya operasional, serta menurunnya daya saing industri tekstil dalam negeri.

Keputusan Sritex tidak lagi beroperasi berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hampir 11 ribu karyawan

Penutupan ini diputuskan setelah rapat kreditur yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Jumat, 28 Februari 2025, menyatakan bahwa perusahaan dalam kondisi pailit dan tidak dapat melanjutkan operasionalnya.

Heboh Kasus Oplosan Pertalite Jadi Pertamax. Pertamina Ikut Angkat Bicara!

Menurut laporan Tempo, Hakim Pengawas, Haruno Patriadi dalam rapat kreditur menjelaskan bahwa Sritex tidak memiliki cukup dana untuk melunasi utang sehingga keberlangsungan usaha atau going concern tidak dapat dilakukan.

Perusahaan mengalami ketidakseimbangan finansial di mana total pengeluaran gaji dan kewajiban terhadap karyawan dalam satu bulan mencapai Rp 35,03 miliar, sementara pemasukan hanya sekitar Rp 20 miliar.

Dari seluruh anak perusahaan yang dimiliki hanya PT Primayudha Mandijaya yang masih menghasilkan keuntungan sekitar Rp 1 miliar sedangkan PT Bitratex Industries dan PT Sinar Pantja Djaja telah berhenti beroperasi.

Kurator PT Sritex, Nurma Candra Yani Sadikin, menyebutkan bahwa tim kurator bersama debitur telah melakukan pembahasan selama 21 hari untuk mencari solusi terkait kondisi keuangan perusahaan.

FRMJ Gelar Aksi Damai, Desak DPMD Jombang Bersikap Tegas terhadap Korupsi Desa!

Namun, hasil perhitungan menunjukkan bahwa modal kerja yang dimiliki jauh lebih rendah dibandingkan dengan beban operasional yang harus ditanggung.

Akibatnya, hakim memutuskan bahwa perusahaan tekstil terbesar se-Asia ini tidak mampu membayar utang dan menetapkannya sebagai perusahaan insolvensi.

Dengan ditutupnya Sritex, industri tekstil nasional kehilangan salah satu pemain utama yang selama ini berkontribusi besar dalam produksi dan ekspor tekstil Indonesia.

3 Faktor Sritex Alami Pailit

Kebangkrutan PT Sri Rejeki Isman Tbk menimbulkan berbagai spekulasi mengenai penyebab utama perusahaan tekstil raksasa ini mengalami pailit.

Selain faktor keuangan yang tidak seimbang, kemungkinan besar ada beberapa faktor lain yang turut berkontribusi terhadap kejatuhan perusahaan besar ini.

Seperti perubahan tren industri tekstil global, meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga bahan baku dan energi, serta persaingan ketat dengan produk impor yang lebih murah. Adapun beberapa kemungkinan penyebab Sritex mengalami pailit.

1. Ekspor Tekstil China

Melambatnya perekonomian China mengakibatkan melemahnya sektor real estate dan rendahnya kepercayaan konsumen domestik. Hal ini berdampak pada permintaan dalam negeri yang lesu, sehingga inventori (barang yang disimpan) perusahaan-perusahaan China terus meningkat.

Tingginya stok barang di China mendorong perusahaan-perusahaan di negara tersebut untuk melakukan strategi “clearance sale” atau obral besar-besaran guna mengurangi inventori.

Dengan memberikan harga diskon pada produk ekspor mereka terutama di sektor tekstil, China mampu menarik minat negara-negara importir termasuk Indonesia. Fenomena ini menciptakan tekanan bagi industri tekstil dalam negeri, yang sulit bersaing dengan harga murah produk China.

Kondisi ini turut memperburuk krisis yang dialami PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Pada 2024, tiga anak usaha perusahaan ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Niaga Semarang.

Komisaris Utama Sritex, Iwan S Lukminto, secara terbuka menyatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 mengenai kebijakan impor semakin memperburuk situasi industri tekstil dalam negeri.

Praktik dumping yang dilakukan China membuat harga produk tekstil dalam negeri semakin sulit bersaing.

2 Industri Tekstil Indonesia Lesu

Kesulitan keuangan yang dialami Sritex sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum pandemi COVID-19, namun krisis global yang terjadi akibat wabah semakin memperburuk kondisi perusahaan.

Pada 2023, proses likuidasi mulai dilakukan di bawah pengawasan kurator guna mendistribusikan hasil penjualan aset kepada kreditur. Kasus ini pun menjadi salah satu kebangkrutan terbesar dalam sejarah industri tekstil nasional.

Adapula beberapa perusahaan tekstil lainnya juga mengalami kebangkrutan. Setidaknya delapan perusahaan, seperti Alenatex di Bandung, Cahaya Timur Garmindo di Pemalang, dan Kusumahadi Santosa di Karanganyar, telah menghentikan operasionalnya karena berbagai faktor.

Salah satu penyebab utama krisis di sektor ini adalah menurunnya permintaan ekspor, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa, yang menjadi pasar utama industri tekstil Indonesia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor tekstil sepanjang 2022 hanya mencapai 1,5 juta ton, mengalami penurunan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnyaโ€”menjadikannya angka terendah sejak 2015.

Selain itu, kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024 berdasarkan PP No. 51/2023 juga semakin membebani perusahaan tekstil, karena biaya produksi meningkat sementara permintaan pasar belum kembali stabil.

3 Menjamurnya Thrifting di Indonesia

Industri tekstil lokal semakin terhimpit akibat maraknya praktik thrifting atau jual beli pakaian bekas impor.

Sementara konsumen menikmati harga murah dan kesempatan mendapatkan pakaian bermerek dengan biaya rendah, industri tekstil dalam negeri justru mengalami penurunan kinerja.

Selain menghadapi persaingan dengan produk impor bekas, sektor ini juga terpukul oleh menurunnya permintaan ekspor akibat ketidakpastian ekonomi global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) industri tekstil dan pakaian jadi mengalami tren penurunan sepanjang tahun 2022.

Pada triwulan II, sektor ini mencatatkan PDB sebesar Rp50,67 triliun, lalu turun menjadi Rp50,63 triliun di triwulan III, dan sedikit meningkat menjadi Rp50,82 triliun di triwulan IV.

Dampak lainnya terlihat dari berkurangnya tenaga kerja di sektor ini. Pada 2019, industri tekstil menyerap sekitar 1% dari total pekerja di sektor industri, namun jumlahnya terus merosot menjadi 0,86% pada 2020 dan 0,82% pada 2022.

Itulah beberapa kemungkinan faktor Sritex mengalami pailit dan menutup operasionalnya secara resmi.
Dari situasi ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah guna melindungi industri tekstil lokal, termasuk dengan kebijakan pembatasan impor pakaian bekas dan upaya memperkuat daya saing sektor manufaktur dalam negeri.

Editor: Shadinta Aulia Sanjaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ayahqqklik66klik66klik66ayahqqlonteqqklik66ayahqqhalubet76klik66klik66klik66klik66https://lingkarwilis.com/mail/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/https://dellacortevanvitelli.edu.it/argomento/albo-sindacale/https://www.medicallifesciences.org.uk/ckfiles/bandarqq/index.htmlhttps://kampungdigital.id/wp-includes/js/pkv-games/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/bandarqq/https://kampungdigital.id/wp-includes/js/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/about/dominoqq/https://youthspaceinnovation.com/wp-includes/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/pkv/https://dutapendidikan.id/.private/bandarqq/https://dutapendidikan.id/.private/dominoqq/https://ramanhospital.in/js/pkv-games/https://ramanhospital.in/js/bandarqq/https://ramanhospital.in/js/dominoqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/pkv-games/https://sunatrokifun.com/wp-includes/bandarqq/https://sunatrokifun.com/wp-includes/dominoqq/https://inl.co.id/themes/pkvgames/https://inl.co.id/themes/bandarqq/https://inl.co.id/themes/dominoqq/https://vyrclothing.com/https://umbi.edu/visit/https://newtonindonesia.co.id/pkv-games/https://newtonindonesia.co.id/bandarqq/https://newtonindonesia.co.id/dominoqq/https://dkpbuteng.com/dock/pkv-games/https://dkpbuteng.com/dock/bandarqq/https://dkpbuteng.com/dock/dominoqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/pkv/https://tamanzakat.org/wp-includes/bandarqq/https://tamanzakat.org/wp-includes/dominoqq/https://rsiaadina.com/rs/pkv-games/https://rsiaadina.com/rs/bandarqq/https://rsiaadina.com/rs/dominoqq/https://cheersport.at/doc/pkv-games/SLOT4DSLOT4D