Blitar, LINGKARWILIS.COM – Stasiun Gebang di Jalan Ahmad Yani, Blitar, yang sudah berhenti beroperasi sejak 1980, rencananya akan dipugar dan dipercantik. Ke depan, bangunan bersejarah itu disiapkan menjadi destinasi wisata bernuansa sejarah.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengungkapkan kepastian rencana tersebut setelah Pemkot Blitar menggelar pertemuan dengan PT KAI Daop 7 Madiun. Dalam pertemuan itu, PT KAI menyatakan komitmennya untuk mempermak stasiun agar lebih representatif.
“Ada rencana mempercantik Stasiun Gebang. Pemkot tentu mendukung penuh, karena kewenangannya ada di PT KAI,” ujar Syauqul, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, Stasiun Gebang memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan perjalanan Bung Karno. Dulu, presiden pertama RI itu kerap turun di Stasiun Gebang setiap kali berkunjung ke Istana Gebang rumah masa kecilnya.
Baca juga : Perbaikan Jalan Kediri–Blitar Minim Penanda, Warga Khawatir Rawan Kecelakaan
yang berjarak sekitar 500 meter. Setelah stasiun dinonaktifkan pada dekade 1980-an, bangunan tersebut lebih banyak terbengkalai.
Syauqul menambahkan, pemugaran nantinya hanya dilakukan pada bagian tertentu. Struktur asli yang masih kokoh tetap dipertahankan untuk menjaga nilai sejarahnya.
“Kami berharap Stasiun Gebang bisa menambah daya tarik wisata Blitar, selain Istana Gebang yang sudah lebih dulu dikenal. Kota Blitar memang identik dengan sejarah, sehingga keberadaan stasiun ini bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan,” jelasnya.
Saat ini, kondisi bangunan Stasiun Gebang masih berdiri kokoh, dengan kayu dan konstruksi asli yang terawat. Tulisan “Gebang” di bagian atas bangunan masih terlihat jelas, lengkap dengan rel kereta yang menghubungkan Stasiun Garum hingga Stasiun Blitar.
Baca juga : Perbaikan Jalan Kediri–Blitar Minim Penanda, Warga Khawatir Rawan Kecelakaan
Di area sekitar juga terdapat pos perlintasan kereta api serta kursi tunggu yang menjadi saksi sejarah panjang stasiun tersebut.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






