LINGKARWILIS.COM – Di tengah tren penggunaan tas berbahan kain dan kertas, tas anyaman plastik tetap memiliki pangsa pasar tersendiri. Keunggulannya yang ekonomis, tahan lama, dan serbaguna membuatnya tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti belanja, hampers, hingga suvenir acara.
Indah Wahyuni, seorang perajin asal Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang, mengungkapkan bahwa permintaan terhadap tas anyaman plastik tetap stabil. Bahkan, pada momen-momen tertentu seperti acara keluarga dan hajatan, permintaan cenderung meningkat.
“Selain untuk Lebaran, banyak pelanggan yang membeli untuk keperluan lain, seperti acara pernikahan atau pengajian. Tas ini lebih kuat, bisa digunakan berulang kali, dan harganya terjangkau,” ujar Indah, Senin (17/3/2025).
Dalam menjalankan usahanya, Indah dibantu oleh empat karyawan yang setiap hari memproduksi sekitar 30 hingga 50 tas. Namun, ketika permintaan meningkat, jumlah produksi bisa mencapai 100 tas per hari.
Tindak Premanisme dan Narkoba, Polresta Malang Kota Sukses Amankan 53 Pelaku Kriminal
Tas anyaman plastik yang dijualnya dibanderol dengan harga Rp7.000 hingga Rp20.000 per buah, tergantung pada ukuran dan modelnya. Dari bisnis ini, Indah mampu memperoleh omzet hingga Rp10 juta per bulan.
Salah satu pelanggan, Sholihatun Nafisah, mengaku lebih memilih tas anyaman plastik dibandingkan tas sekali pakai. “Saya suka karena lebih awet dan bisa dipakai berkali-kali, jadi lebih hemat dan ramah lingkungan,” katanya.
Dengan daya tahan yang lebih baik dan harga yang terjangkau, tas anyaman plastik tetap menjadi pilihan masyarakat. Bahkan, produk buatan perajin Jombang ini mulai menarik perhatian pasar di luar daerah, membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku industri rumahan. (st2/ag)





