Blitar, LINGKARWILIS.COM – Harapan Arema FC untuk mengamankan poin penuh di lanjutan putaran kedua Liga 1 2024-2025 pupus setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar di Stadion Supriyadi, Kota Blitar.
Hasil yang di luar ekspektasi ini mendapat tanggapan dari pelatih Arema FC, Jose Manuel Gomes da Silva. Meski mengaku kecewa, ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya.
“Tentu kecewa. Tapi ini jadi evaluasi bagi tim untuk pertandingan berikutnya. Kami harus tetap semangat,” ujar Gomes, Senin (10/2/2025).
Menurutnya, secara materi tim sudah cukup baik, namun penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah. Banyak peluang tercipta tetapi tak mampu dikonversi menjadi gol.
Baca juga : PWI Kediri Raya Matangkan Persiapan Perayaan HPN 2025 dan HUT ke-79
Sejak awal pertandingan, skema menyerang sudah diterapkan, namun hingga turun minum, Arema FC gagal menjebol gawang lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua, tetapi bukan bagi Arema FC. Justru tim tamu PSM Makassar yang lebih dulu mencetak gol lewat Nermin Heljita pada menit ke-64. Namun, hanya berselang dua menit, Arema FC mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Gildson Pablo De Oliveira Silva pada menit ke-66.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1, memaksa kedua tim berbagi angka.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares Fernando Jose, juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Selain banyak peluang yang terbuang, ia menilai kondisi lapangan yang buruk menjadi salah satu penyebab hasil kurang maksimal bagi timnya.
Baca juga : Kasus PMK di Kediri Meningkat, 1.116 Ekor Ternak Terpapar
“Saya tidak mau banyak bicara, tapi kualitas lapangan memang patut dipertanyakan,” keluhnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dianggap merugikan timnya.
“Kami punya rekaman. Seharusnya kami mendapatkan penalti. Itu fakta,” ujarnya.
Meski begitu, Tavares tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya, yang berhasil mencuri satu poin dari markas Arema FC.***
Reporter :





