Kediri, LINGKARWILIS.COM — Trotoar pada dasarnya merupakan fasilitas publik yang disediakan khusus bagi pejalan kaki agar dapat beraktivitas secara aman dan nyaman. Selain fungsi keselamatan, trotoar juga berperan penting dalam mendukung penataan kawasan pedestrian serta memperindah tata kota.
Dalam beberapa waktu terakhir, Pemerintah Kota Kediri secara bertahap melakukan pembenahan dan revitalisasi trotoar di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan. Penataan tersebut mengusung konsep pedestrian modern, tidak hanya untuk menunjang mobilitas warga, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih rapi dan estetis.
Namun, upaya perbaikan tersebut dinilai belum sepenuhnya diiringi dengan pengaturan pedagang kaki lima (PKL). Akibatnya, sebagian trotoar yang telah direnovasi justru mulai mengalami alih fungsi.
Baca juga : Bus Harapan Jaya Kecelakaan di Simpang Empat Muning Kota Kediri, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Kondisi tersebut terlihat di sepanjang Jalan Letjen Suprapto. Trotoar yang baru selesai dipercantik kini kembali dipenuhi lapak PKL, bahkan sebagian area pedestrian digunakan untuk parkir kendaraan, sehingga menyulitkan pejalan kaki.
Yulianto, warga Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri, menilai keberadaan PKL memang memiliki dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat. Namun, menurutnya, aktivitas berdagang di atas trotoar tetap tidak tepat karena mengganggu fungsi utama fasilitas tersebut.
“Dari sisi ekonomi tentu membantu pedagang. Tapi kalau menggunakan trotoar, jelas menghambat pejalan kaki dan mengurangi keindahan kota,” ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, kawasan Jalan Letjen Suprapto merupakan jalur dengan kepadatan lalu lintas cukup tinggi serta dikelilingi sejumlah sekolah. Kehadiran PKL dan kendaraan yang parkir sembarangan dinilai berpotensi menimbulkan kemacetan dan membahayakan pengguna jalan, khususnya pelajar.
Baca juga : Satlantas Polres Kediri Kota Ajak Ojek Pangkalan dan Online Jaga Ketertiban di Jalan Stasiun
“Di sini banyak sekolah. Kalau trotoar dipakai berdagang dan parkir tidak tertib, risikonya besar bagi keselamatan,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah penataan dan penertiban PKL secara humanis. Penanganan tersebut dinilai penting agar fungsi trotoar dapat dikembalikan sebagaimana mestinya, lalu lintas tetap lancar, serta keindahan kawasan pedestrian Kota Kediri tetap terjaga.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadyiin






