LINGKARWILIS.COM – Dalam mendukung peningkatan produksi pertanian, Pemerintah Kabupaten Tulungagung kembali mengajukan usulan bantuan irigasi perpompaan ke Pemerintah Pusat.
Kebutuhan perangkat irigasi untuk lahan pertanian di wilayah tersebut masih tergolong tinggi, terutama di kawasan rawan kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Suyanto, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 lalu, Tulungagung telah menerima bantuan sebanyak 44 unit irigasi perpompaan dari Pemerintah Pusat.
Bantuan tersebut telah disalurkan ke wilayah selatan dan timur Tulungagung, yang dinilai memiliki risiko kekeringan cukup tinggi.
Pasar Induk Gadang Direvitalisasi, Pemkot Malang Serius Benahi Infrastruktur Pasar!
“Jenis perangkat irigasi perpompaan yang kami terima ini merupakan jenis submersible atau pompa air yang berada di dalam air atau bawah tanah. Kemarin sudah kami salurkan ke lokasi rawan kekeringan,” kata Suyanto, Jumat (11/7/2025).
Secara teknis, setiap unit pompa submersible dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian seluas 20 hingga 40 hektare. Dengan demikian, total lahan yang sudah teraliri mencapai sekitar 880 hingga 1.760 hektare.
Namun, kebutuhan masih jauh dari mencukupi. Suyanto menyebutkan bahwa saat ini hampir seluruh kecamatan di Tulungagung membutuhkan irigasi perpompaan agar hasil panen lebih maksimal.
Dari total 25 ribu hektare lahan pertanian yang tersebar di 19 kecamatan, sebagian besar belum terlayani irigasi perpompaan secara optimal.
Viral di Medsos! Pelaku Pencurian di Sekarpuro Ditangkap Polisi Saat Bersembunyi di Kota Malang
Atas dasar itu, Dispertan Tulungagung telah kembali mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Pusat.
“Tahun ini kami kembali mengusulkan bantuan pompa air submersible untuk irigasi perpompaan kita sebanyak 200 unit kepada Pemerintah Pusat. Itupun nanti tergantung Pemerintah Pusat menyetujui berapa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengadaan perangkat ini tidak memungkinkan dilakukan melalui APBD daerah karena adanya efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden. Biaya pengadaan satu unit pompa air yang mencapai sekitar Rp150 juta menjadi kendala tersendiri bagi daerah.
Tak hanya pompa irigasi, Dispertan juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor, pemotong, dan perontok padi.
“Kalau pakai alsintan, produksi kita bisa lebih cepat. Kami masih mengusulkan, apakah nanti disetujui atau tidak, kami tidak tahu, yang penting sudah mengusulkan,” pungkas Suyanto.






