KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Meningkatnya jumlah korban akibat ledakan petasan di Kabupaten Kediri jelang Lebaran menjadi perhatian serius Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa. Ia menyayangkan bahwa insiden terkait petasan terus berulang dari tahun ke tahun, bahkan korbannya tak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa.
Dalam keterangannya, Mbak Dewi menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi dan melarang anak-anak mereka membuat, menyimpan, maupun memainkan petasan. Ia menilai, sebagian besar pembuat petasan tidak memiliki keterampilan atau pemahaman memadai terkait bahan peledak, sehingga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan.
“Orang tua harus benar-benar memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama remaja yang kerap membuat petasan secara mandiri maupun berkelompok menjelang Lebaran. Mereka harus dilarang karena risikonya tinggi,” ujar Dewi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/4/2025), usai menerima sejumlah ASN.
baca juga : Dinkes Kediri Pastikan Puskesmas dan Posko Kesehatan Siaga 24 Jam Selama Arus Mudik Lebaran 2025
Selain peran keluarga, Mbak Dewi juga meminta aparat keamanan di tingkat desa seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pemantauan di wilayah masing-masing. Tujuannya, memastikan tidak ada aktivitas pembuatan atau permainan petasan yang bisa membahayakan keselamatan warga.
“Sudah banyak kejadian tragis. Ada yang kehilangan anggota tubuh bahkan meninggal akibat petasan. Kita perlu menggugah kesadaran bersama bahwa bermain petasan bukan tradisi yang layak dipertahankan,” imbuhnya.
Ia berharap, momentum Idulfitri bisa dirayakan dengan aman dan penuh suka cita tanpa harus mempertaruhkan keselamatan, terutama anak-anak.***
Reporter: Bakti Arifin
Editor: Hadiyin





