LINGKARWILIS.COM – Proses vaksinasi meningitis bagi jamaah calon haji (JCH) cadangan di Kabupaten Tulungagung masih terus berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 89 orang JCH cadangan telah menerima suntikan vaksin, namun masih ada puluhan lainnya yang menunggu giliran.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, data vaksinasi masih berpotensi bertambah dalam beberapa hari ke depan, menyesuaikan dengan permintaan dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Total JCH cadangan yang dilaporkan mencapai 132 orang, sehingga masih ada sekitar 43 orang yang belum divaksin.
“Data kami yang masuk masih ada sekitar 89 jemaah saja, sampai saat ini belum ada lagi data yang masuk untuk kami melakukan vaksinasi bagi JCH cadangan,” ujar Desi, Selasa (13/5/2025).
Desi menambahkan, ketersediaan vaksin meningitis saat ini berada di angka 25 dosis. Sementara itu, vaksin tersebut harus diberikan paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Bus Persik Kediri Dihujani Batu di Malang, Evaluasi Keamanan Panpel Arema FC Jadi Sorotan
Sebanyak 89 JCH cadangan yang telah divaksin dijadwalkan berangkat bersama kelompok terbang (kloter) 48 menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Rabu (14/5/2025). Artinya, 43 JCH cadangan lain yang belum menerima vaksin tidak dapat ikut dalam keberangkatan besok.
“Kalau mau berangkat bulan Mei 2025 sesuai ketersediaan kloter gelombang kedua Jawa Timur, harus segera mendapat suntikan vaksin meningitis. Kalau hari ini baru dapat vaksin, berarti bisa berangkat dua minggu lagi,” jelasnya.
Terkait kekurangan stok, Dinkes Tulungagung berupaya menambah jumlah dosis dengan mengajukan permintaan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan daerah lain yang kemungkinan memiliki sisa stok vaksin.
Pemberian vaksin dilakukan oleh puskesmas yang sesuai dengan domisili masing-masing calon haji. Desi juga menjelaskan bahwa vaksin meningitis ini memiliki masa berlaku hingga satu tahun, sehingga jika JCH cadangan tidak berangkat tahun ini, mereka tidak perlu divaksin ulang di tahun depan.
“Vaksin meningitis yang sudah disuntikkan ini berlaku selama satu tahun. Jadi meskipun JCH cadangan sudah mendapat vaksin tetapi tidak jadi berangkat, tahun depan tidak perlu vaksin lagi,” pungkasnya.





