Sejak beberapa minggu terakhir, kedua wilayah ini sudah tidak memiliki akses ke sumber air layak konsumsi. Sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) dari dua wilayah tersebut kini bergantung pada bantuan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa setelah menerima permintaan droping air bersih, pihaknya langsung memberikan bantuan berupa tandon air serta jerigen.
“Dukuh Bungur, Desa Bungkal, ada 58 KK yang terdampak, sementara di Dukuh Krajan, Desa Pangkal, Sawoo, terdapat 20 KK,” ujarnya pada Selasa (3/9/2024).
Kedua wilayah ini sudah diprediksi akan mengalami kekeringan sesuai dengan hasil asesmen BPBD sebelumnya. Wilayah tersebut biasanya mengandalkan sumur dan sungai sebagai sumber air, namun sungai sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
BPBD Ponorogo juga memperkirakan jumlah wilayah yang mengalami kekeringan akan bertambah seiring dengan berlanjutnya musim kemarau, meskipun tahun ini kemarau tidak seekstrem tahun lalu.
Baca juga :Β Geger, Seorang Ibu di Manisrenggo, Kota Kediri, Bunuh Kedua Anaknya Pakai Parang, Ini Sebabnya
Hingga kini, sudah ada 9 dukuh di Ponorogo yang terdampak kekeringan, termasuk beberapa wilayah di Kecamatan Slahung, Pulung, dan Bungkal.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin





