KEDIRI, LINGKARWILIS.COM – Menyambut Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri dan HUT ke-80 Republik Indonesia, PDAM Kota Kediri meluncurkan program spesial bertajuk “PPDB, Pasang PDAM Dapat Bonus”. Program ini memberikan potongan biaya pemasangan sambungan air bersih hingga 30 persen, berlaku selama Juli hingga September 2025.
Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Kota Kediri, Hari Winarno, menjelaskan bahwa promo ini merupakan bagian dari komitmen PDAM untuk memperluas layanan sekaligus meringankan masyarakat dalam memperoleh akses air bersih.
“Tujuannya tak hanya memperluas jangkauan layanan, tapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Hari saat ditemui di kantor PDAM, Kamis (10/7/2025).
Baca juga : Persik Kediri Rekrut Lucas Gama, Eks Bek Barito Putera untuk Perkuat Lini Belakang
Program PPDB menghadirkan tiga kategori diskon:
-
Diskon 30 persen (Rp 665.000): Diberikan kepada warga yang dapat menunjukkan bukti pendaftaran PPDB sekolah atau mahasiswa baru tahun 2025.
-
Diskon 25 persen (Rp 720.000): Berlaku untuk masyarakat umum, tanpa syarat tambahan.
-
Diskon 35 persen (Rp 642.000): Khusus untuk anggota Koperasi Karyawan (Kopkar) Mekar, sebagai bentuk penghargaan terhadap mitra lokal.
Tak hanya itu, pelanggan baru juga akan menerima voucher belanja senilai Rp 150.000 yang bisa digunakan di Mekar Mart dan Mekar Swalayan. Inisiatif ini menjadi wujud kolaborasi PDAM dengan pelaku usaha daerah untuk turut menggairahkan roda ekonomi lokal.
Hari menegaskan, promo ini tidak berlaku untuk pengembang perumahan yang belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) kepada pemerintah daerah.
Baca juga : Apresiasi Prestasi Kota Kediri di Porprov, KONI Sidoarjo Berkunjung Lakukan Studi Banding
“Kami ingin program ini benar-benar menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan sambungan air bersih,” tandasnya.
PDAM Kota Kediri berharap program ini tak hanya menjadi bagian dari promosi namun juga sarana memperkuat akses layanan publik yang inklusif dan berkualitas.***
Reporter: Agus Sulistyo Budi
Editor: Hadiyin





