Jombang, LINGKARWILIS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang resmi berjalan, namun pelaksanaannya langsung menuai sorotan dari siswa. Pasalnya, sebagian menu yang disajikan dinilai tidak layak konsumsi, seperti nasi yang masih keras serta lauk yang sudah basi.
Keluhan itu mencuat saat pembagian MBG di SMP Negeri 1 Jombang, Jalan Pattimura, Kelurahan Sengon, Senin (1/9). Di sekolah ini, ratusan pelajar menerima jatah makan siang gratis setiap hari, namun sejumlah siswa mengaku kecewa di hari pertama.
Khoirunnisa, siswi SMPN 1 Jombang, menuturkan dirinya sempat mendapat lauk ayam dalam kondisi basi.
Baca juga : Polisi Amankan Puluhan Tersangka Kerusuhan di Pemkab dan DPRD Kediri, Termasuk Anak di Bawah Umur
“Waktu Senin (1/9) lauk ayamnya ada yang basi, tahunya juga hambar. Kalau hari ini (Selasa) sudah lebih baik, menunya ada bakwan, tahu, jeruk, sama sayuran,” ungkapnya.
Hal serupa dialami Mario Putra. Ia menyebut nasi yang dibagikan di hari pertama terasa keras dan tidak matang sempurna.
“Kalau dibanding kemarin, hari ini lebih enak. Kemarin ayamnya kayak masih ada darahnya, nasinya juga keras. Tapi tetap saya makan karena lapar,” katanya.
Sementara itu, Humas SMPN 1 Jombang, Fathur Rohman, menjelaskan ada 993 siswa yang terdata sebagai penerima MBG. Ia membenarkan distribusi makanan sempat terlambat. Seharusnya diterima pada jam istirahat pertama sekitar pukul 09.00, namun baru sampai sekitar pukul 11.00.
Baca juga : Tetap Siaga Satu, Patroli Gabungan di Kota Kediri Terus Digelar Meski Kondisi Kondusif
“Memang masih tahap awal, jadi mungkin ada kendala teknis. Kami tetap terbuka terhadap masukan, dan secara umum banyak hal positif dari program ini,” jelasnya.***
Reporter : Agung Pamungkas
Editor : Hadiyin





