NGANJUK, LINGKARWILIS.COM – Bagi warga Nganjuk yang ingin makan enak tanpa harus merogoh kocek dalam, Penyetan Lesehan Modian bisa menjadi pilihan tepat. Warung ini berada di lokasi strategis, tepat di Jalan Dermojoyo, berseberangan dengan Kantor Disdukcapil Nganjuk, sehingga mudah ditemukan.
Tempat makan ini dikenal karena porsinya yang berlimpah, harga yang ramah di kantong, dan cita rasa yang membuat pelanggan kembali lagi.
Salah satu daya tariknya adalah pilihan nasi yang unik. Selain nasi putih seharga Rp3.000, tersedia juga nasi daun jeruk seharga Rp4.000 yang memiliki aroma harum serta rasa gurih yang khas. Varian nasi ini bahkan menjadi primadona di kalangan pengunjung.
Setiap menu lauk digoreng langsung setelah dipesan, sehingga tersaji panas, renyah, dan penuh aroma sedap. Harganya pun terjangkau, mulai dari kisaran Rp5.000.
Baca juga : ATM Beras MAPAN Resmi Mengalir di Semampir, Kota Kediri, Sebanyak 107 Warga Terima Hak Perdana
Salah satu menu yang patut dicoba adalah Ayam Goreng Laos dengan nasi daun jeruk. Ayamnya gurih, bumbunya meresap, dan sambal terasinya bergaya rumahan dengan tingkat pedas yang pas. Perpaduannya membuat makan malam terasa semakin nikmat.
Menu lain yang tak kalah diminati adalah lele penyet. Hanya dengan Rp10.000, pelanggan sudah mendapatkan seporsi lengkap dengan nasi. Tekstur lelenya renyah di luar namun tetap lembut di dalam, dipadu sambal pedas segar yang menggugah selera.
Untuk pilihan hemat, tersedia paket tahu tempe penyet seharga Rp8.000 yang berisi nasi, dua tahu, dua tempe, dan terong goreng. Porsinya cukup banyak dan dijamin mengenyangkan.
Penyetan Lesehan Modian buka setiap hari pukul 17.30 hingga 21.30 WIB, kecuali tanggal 1 setiap bulan karena warung tutup.
Baca juga : Warga Baleturi Terima Kompensasi Lahan untuk Proyek Tol Kertosono–Kediri
Dengan harga hemat, sambal terasi yang terasa autentik rumahan, nasi daun jeruk yang harum, dan lauk yang digoreng dadakan, penyetan ini layak menjadi rujukan kuliner malam bagi warga Nganjuk maupun pendatang.***
Reporter : Inna Dewi Fatima
Editor : Hadiyin






