Pemkab Jombang Rancang TPS3R Tambahan, Pengelolaan Sampah Difokuskan dari Sumber

Pemkab Jombang Rancang TPS3R Tambahan, Pengelolaan Sampah Difokuskan dari Sumber
Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan. (ist)

JOMBANG, LINGKARWILIS.COM — Pemerintah Kabupaten Jombang terus mengintensifkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mengantisipasi peningkatan volume limbah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemkab merencanakan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru yang berlokasi di Desa Puri Semanding, Kecamatan Plandaan.

Sekretaris DLH Kabupaten Jombang, Amin Kurniawan, menyampaikan bahwa rencana pembangunan TPS3R tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan. Pelaksanaan pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada April 2026, yang diawali dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat serta pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes).

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

“Target kami, pada 2026 seluruh kecamatan di Kabupaten Jombang sudah memiliki fasilitas TPS3R,” ujar Amin, Kamis (15/1).

Ia menekankan bahwa persoalan utama dalam penanganan sampah terletak pada kebiasaan pemilahan sejak dari tingkat rumah tangga. Pemilahan sampah di sumber dinilai krusial untuk menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus memperpanjang masa operasionalnya.

Baca juga : Ratusan Mobil Klasik Berjajar di Kawasan Goa Selomangleng, Gathering PPMKI Jatim Angkat Wisata Kota Kediri

“Setidaknya sampah yang masuk ke TPA sudah dalam kondisi terpilah. Jika tidak dikelola dengan baik, penumpukan sampah berisiko menimbulkan kondisi darurat dalam empat hingga lima tahun ke depan,” tegasnya.

Selain penguatan infrastruktur, DLH Jombang juga melakukan evaluasi terhadap kinerja petugas kebersihan yang bekerja sejak dini hari hingga malam. Ke depan, DLH berencana melibatkan perusahaan-perusahaan di Jombang dalam program pendampingan TPS3R guna menjamin keberlanjutan pengelolaan sampah.

“Dari total 27 TPS3R yang ada, sekitar tiga hingga lima titik masih membutuhkan perhatian khusus. Secara umum pengelolaan sudah berjalan, namun upaya pengurangan sampah terutama sampah organik perlu terus ditingkatkan,” jelasnya.

Baca juga : Komunitas 6 Lingkungan Bence Kelurahan Pakunden Kota Kediri Peringati Lima Tahun Pendirian dengan Senam Sehat Massal, Ini Infonya

Amin menambahkan, sekitar 60 persen sampah rumah tangga merupakan sampah organik. Namun, kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah masih perlu terus dibangun melalui edukasi berkelanjutan.

“Sampah sebenarnya bisa ditangani dari hulunya. Sampah organik dapat diolah melalui komposting, biopori, atau dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Sedangkan sampah anorganik bisa dikelola melalui bank sampah,” pungkasnya.***

Reporter : Agung Pamungkas

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *