HPN dan PWI ke-80, Kontes Lele, Bupati Yes Sebut Lele Simbol Keuletan dan Penggerak Ekonomi Lamongan

HPN dan PWI ke-80, Kontes Lele: Bupati Yes Sebut Lele Simbol Keuletan dan Penggerak Ekonomi Lamongan
Kegiatan Kontes Lele Lamongan (Foto: Suprapto)

LAMONGAN, LINGKARWILIS.COM – Yuhronur Efendi, Bupati Kabupaten Lamongan, mengatakan ikan lele menjadi simbol keuletan masyarakat sekaligus kebangkitan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan dalam acara Kontes Lele Lamongan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan dan Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lamongan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia.

Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Ramadan Meriah (Rame) yang digelar di GOR Lamongan pada Minggu (8/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes menuturkan bahwa lele memiliki filosofi yang erat dengan kehidupan masyarakat Lamongan. Ikan tersebut dikenal lincah, mampu bertahan dalam berbagai kondisi, serta memiliki daya hidup yang kuat.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter masyarakat Lamongan yang gigih dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Baca juga : Relawan Suketeki Nusantara Kediri Bagikan 1.500 Takjil di Tiga Kecamatan, Perkuat Silaturahmi Ramadan

“Lele melambangkan keuletan dan kelincahan. Selain itu, ada pesan bahwa ketika sudah mampir melihat, jangan main-main,” ujar Pak Yes.

Ia menambahkan, filosofi tersebut telah melekat dalam kehidupan masyarakat Lamongan yang selama ini dikenal ulet dalam bekerja dan berusaha. Semangat itu tidak hanya terlihat pada sektor perikanan, tetapi juga pada usaha kuliner khas Lamongan yang tersebar di berbagai daerah.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, menyampaikan bahwa ikan lele memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Menurutnya, lele tidak hanya menjadi komoditas perikanan, tetapi juga sumber penghidupan bagi banyak keluarga di Lamongan.

“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelas Kadam.

Ia menambahkan, keberadaan kuliner Pecel Lele yang tersebar di berbagai daerah turut mengangkat nama Lamongan hingga dikenal secara nasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lele tidak hanya berdampak pada perekonomian lokal, tetapi juga membawa identitas daerah.

Baca juga : Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Kediri Normalisasi Sekaligus Bersihkan Sampah yang Hambat Aliran Sungai

Karena itu, PWI Lamongan bersama Dinas Perikanan setempat berinisiatif menggelar Kontes Lele Lamongan sebagai upaya meningkatkan nilai komoditas tersebut sekaligus memberi ruang apresiasi bagi para pembudidaya.

Dalam kontes tersebut, juara pertama diraih Tony dari Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, dengan lele seberat 10,2 kilogram. Juara kedua diraih Panji dari Kecamatan Sugio dengan berat 9,75 kilogram, sedangkan juara ketiga diraih Ihsan dari Kecamatan Mantup dengan berat 7,5 kilogram.

Rangkaian kegiatan Kontes Lele Lamongan ditutup dengan kemeriahan festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan dari TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan Dharma Wanita Persatuan Lamongan yang semakin menyemarakkan acara Ramadan Meriah tahun ini.***

Reporter: Suprapto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *