BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga Awal April 2026

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga Awal April 2026
Informasi kondisi cuaca oleh BMKG Jawa Timur terkait dengan kondisi cuaca ektrem di wilayah Jawa Timur (ist)

Kediri, LINGKARWILIS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Kediri, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode 26 Maret hingga 4 April 2026.

Peringatan ini berkaitan dengan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Di antaranya hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat lebat, angin puting beliung, petir, banjir, hingga tanah longsor. Informasi tersebut telah disampaikan BMKG kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh wilayah Jawa Timur.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Kepala BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Joko Sukrisno, menyebutkan bahwa berdasarkan pemantauan BMKG, potensi cuaca ekstrem tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Baca juga : ODGJ Resahkan Pengunjung Rumah Makan di Grogol, Satpol PP Kabupaten Kediri Lakukan Penanganan

“Kondisi ini diperkirakan berlangsung dalam sepekan ke depan dan perlu diwaspadai bersama. Upaya pengurangan risiko bencana menjadi hal penting demi menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan kondisi lingkungan sekitar guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

Selama periode libur Lebaran, BPBD Kabupaten Kediri tetap mengintensifkan patroli di wilayah-wilayah rawan, terutama di lima kecamatan yang berada di sisi barat Sungai Brantas, yakni Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan.

Baca juga : H+6 Lebaran, Kawasan Dhoho–Pasar Pahing Kediri Diserbu Pemburu Nasi Pecel

“Seluruh wilayah tetap menjadi prioritas pemantauan. Informasi ini penting agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.***

Reporter: Bakti Wijayanto
Editor: Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *