Tulungagung, LINGKARWILIS.COM – Angka kecelakaan lalu lintas di Tulungagung tergolong tinggi. Sepanjang triwulan pertama 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung mencatat total 357 kasus kecelakaan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Gerry Permana, mengungkapkan bahwa data tersebut dihimpun sejak 1 Januari hingga akhir April 2026.

Dari ratusan kasus tersebut, sebanyak 29 orang dilaporkan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan 708 lainnya mengalami luka ringan. Sementara kerugian material ditaksir mencapai Rp 338 juta, dengan kendaraan roda dua sebagai pihak yang paling dominan terlibat dalam kecelakaan.
“Total ada 357 kasus sejak awal tahun 2026 hingga saat ini,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Baca juga : Ganggu Ketertiban, Manusia Silver Diamankan Satpol PP Kediri
Jika dirata-rata, setiap bulan terjadi sekitar 90 hingga 100 kecelakaan. Bahkan, dalam hitungan harian, setidaknya terdapat tiga kejadian kecelakaan di wilayah Tulungagung.
Tingginya angka tersebut membuat Tulungagung konsisten masuk dalam lima besar kabupaten/kota di Jawa Timur dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi setiap tahunnya.
Menurut Gerry, faktor utama penyebab kecelakaan masih didominasi kelalaian pengendara. Mulai dari kurang konsentrasi, pelanggaran rambu lalu lintas, hingga tidak mengurangi kecepatan saat melintas di persimpangan.
Selain itu, peningkatan kasus juga terjadi pasca momentum Idul Fitri 2026. Berkurangnya pengawasan di lapangan disebut memicu menurunnya kedisiplinan pengguna jalan.
Baca juga : BRI Kediri Dorong Pengembangan Peternak Sapi Perah di Lereng Gunung Kelud
Ironisnya, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik justru turut memicu peningkatan risiko. Jalan yang mulus mendorong pengendara melaju lebih cepat tanpa memperhatikan keselamatan.
Satlantas Polres Tulungagung pun menegaskan akan meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat guna menekan angka kecelakaan, sekaligus mengingatkan pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan bersama.***
Reporter : Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





