Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Kenaikan harga elpiji non subsidi jenis bright gas mulai berdampak pada daya beli masyarakat di Ponorogo. Dalam kurun satu bulan terakhir, harga gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram tercatat mengalami kenaikan sebanyak dua kali.
Pemilik pangkalan elpiji di Jalan MT Haryono, Zaenal Abidin, membenarkan adanya lonjakan harga tersebut. Ia menyebut kenaikan pertama terjadi pada awal April, kemudian kembali mengalami penyesuaian pada pertengahan bulan.
“Memang ada kenaikan, terutama dalam beberapa hari terakhir. Otomatis ini berpengaruh pada penjualan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, harga bright gas 5,5 kg yang sebelumnya berada di kisaran Rp95 ribu kini naik menjadi Rp107 ribu per tabung di tingkat agen. Sementara untuk ukuran 12 kg, harga melonjak dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung.
Baca juga : Puluhan Kader Posyandu Kota Kediri Ikuti Pelatihan Fortifikasi 2026, Jadi Strategi Tekan Stunting
Menurut Zaenal, kenaikan harga ini diduga dipengaruhi faktor global, termasuk situasi geopolitik di Timur Tengah. Dampaknya, konsumen mulai mengurangi pembelian.
“Dulu bisa menjual sekitar 50 tabung per bulan, sekarang banyak yang menunda pembelian karena harganya naik cukup signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi tersebut belum berdampak pada permintaan elpiji subsidi 3 kilogram yang relatif stabil. Ia menambahkan, konsumen elpiji non subsidi tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha.
“Kami melayani kebutuhan warga dan usaha. Kenaikan ini berasal dari pusat melalui Pertamina, bukan dari pangkalan,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan pemilik pangkalan lainnya, Sri Wahyuni. Ia mengaku biasanya mampu menjual lebih dari 40 tabung elpiji non subsidi setiap bulan. Namun, sejumlah pelanggan kini mulai mempertanyakan lonjakan harga yang terjadi.
Baca juga : Sebanyak 15.700 Siswa SD di Kabupaten Kediri Ikuti TKA 2026 Bertahap Empat Gelombang
“Pembeli kami kebanyakan warga sekitar dan pelaku usaha kuliner. Mereka tentu bertanya karena kenaikannya cukup terasa,” tuturnya.
Sebagai catatan, harga elpiji non subsidi di tingkat pangkalan dapat berbeda-beda, tergantung biaya distribusi di masing-masing wilayah.***
Reporter : Sony Prasetyo
Editor : Hadiyin






