Blitar, LINGKARWILIS.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api serta keselamatan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui normalisasi jalur berupa penyempitan dan pematokan perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Blitar.
Kegiatan normalisasi tersebut difokuskan di dua titik perlintasan pada petak jalan antara Stasiun Garum – Stasiun Talun, tepatnya di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Lokasi yang dilakukan penataan berada di JPL 171 (Km 111+9/0) dan JPL 172 (Km 112+3/4).
Proses penyempitan dilakukan dengan pemasangan patok berbahan rel untuk membatasi dimensi kendaraan yang melintas agar sesuai dengan fungsi kelas jalan di kawasan perlintasan.
Baca juga : Sertijab Kepala MAN 2 Kota Kediri, Muh Nizar Tekankan Pentingnya Membangun “Super Team”
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan guna mencegah kendaraan besar atau kendaraan yang melebihi kapasitas melintasi jalur kereta api dan berpotensi mengganggu perjalanan KA.
“Keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap langkah normalisasi ini dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang,” ujar Tohari, Kamis (14/5/2026).
Pelaksanaan normalisasi melibatkan Tim Pengamanan Daop 7 Madiun bersama Tim JR 7.11 Blitar dengan dukungan dari Dinas Perhubungan, perangkat Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, hingga pihak kepolisian.
Selain melakukan normalisasi jalur, KAI juga mengingatkan masyarakat untuk disiplin mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan kereta api. Pengguna jalan diminta menerapkan slogan “BERTEMAN” yakni Berhenti, Tengok kiri-kanan, Aman, baru Berjalan.
Baca juga : Disperdagin Kota Kediri Cetak Talenta Digital Baru, Siswa SMK Langsung Dampingi UMKM
Masyarakat juga diimbau tidak memaksakan melintas ketika sinyal peringatan berbunyi maupun saat palang pintu mulai tertutup demi menjaga keselamatan bersama dan kelancaran perjalanan kereta api.***
Reporter : Aziz Wahyudi
Editor : Hadiyin






