Bulan Suro, Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo Dipadati Ribuan Peziarah 

Bulan Suro, Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo Dipadati Ribuan Peziarah 
Prosesi ritual kirab satu suro di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo dipadati pengunjung (bakti)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Memasuki Bulan Suro dalam penanggalan Jawa, kawasan Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka datang untuk menjalani laku spiritual dan tetirah yang telah menjadi tradisi masyarakat Jawa setiap datangnya bulan yang dianggap sakral tersebut. Para peziarah memanjatkan doa dan puja puji dengan harapan memperoleh berkah, keselamatan, kekuatan batin, serta kemuliaan hidup.

bayar PBB Kota Kediri bayar PBB Kota Kediri

Salah satu tradisi yang banyak dilakukan adalah menabur bunga di sekitar Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo, sosok Raja Kediri yang dikenal luas melalui Ramalan Jayabaya. Kasduri, warga Desa Menang, mengatakan kawasan wisata spiritual tersebut memang selalu ramai dikunjungi, terutama saat Bulan Suro. Pengunjung datang dari berbagai daerah dengan tujuan berziarah dan melakukan berbagai laku spiritual.

Baca juga : Hari Keenam Pencarian Santri Asal Kediri Belum Membuahkan Hasil, Tim Gabungan Siapkan Evaluasi pada Hari Ketujuh

“Banyak masyarakat yang datang untuk berdoa memohon keselamatan dan keberkahan. Saat Bulan Suro, jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan,” ujarnya.

Menurut Kasduri, tidak sedikit peziarah yang memilih menetap selama beberapa hari di kawasan Pamuksan untuk menjalani tetirah dan berbagai ritual spiritual sesuai keyakinan masing-masing.

“Hari-hari biasa saja sudah ramai, apalagi pada malam-malam tertentu di Bulan Suro. Banyak pengunjung yang tinggal beberapa hari untuk berdoa dan melakukan lelaku,” katanya.

Ramainya aktivitas ziarah tersebut juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pedagang makanan, penjual cendera mata, perlengkapan adat Jawa, hingga pelaku usaha kecil lainnya merasakan peningkatan pendapatan seiring membludaknya jumlah pengunjung.

Baca juga : Mapak 1 Suro, Warga Mrican Keliling Kampung Sambil Bershalawat dan Doakan Keselamatan Kota Kediri

Kasduri menilai keberadaan wisata spiritual Pamuksan Sang Prabu Sri Aji Joyoboyo tidak hanya menjadi destinasi religi dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga Desa Menang dan sekitarnya. ***

Reporter : Bakti Wijayanto

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *