Kediri, LINGKARWILIS.COM β Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri melakukan pengecekan sekaligus membuka pintu air di Jembatan Kali Kedak, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, sebagai langkah menjaga kelancaran aliran sungai dan mengantisipasi potensi banjir.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur sumber daya air sekaligus mendukung peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Pemerintah Kota Kediri.
Selain melakukan pengecekan pintu air, petugas juga membersihkan sampah yang menumpuk di sekitar jembatan dan sepanjang aliran sungai. Sampah yang terbawa arus dinilai berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan maupun banjir saat curah hujan tinggi.
Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, melalui Staf Bidang Sumber Daya Air (SDA), Yosi Andrea P, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh sarana pendukung pengendalian air tetap berfungsi dengan baik.
Baca juga :Β KAI Amankan Aset Senilai Rp52,2 Miliar, Terima 23 Sertifikat Elektronik dari BPN Kabupaten Kediri
“Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan sampah yang menghambat aliran air serta menjaga kondisi jembatan dan sungai agar tetap dalam keadaan baik. Dengan aliran air yang lancar, potensi terjadinya banjir juga dapat diminimalisir,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Aksi tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemerintah Kota Kediri, komunitas peduli lingkungan, relawan, hingga masyarakat sekitar yang bersama-sama membersihkan bantaran dan area bawah Jembatan Kali Kedak.
Menurut Yosi, Kali Kedak merupakan salah satu sungai yang memiliki fungsi strategis karena melintasi kawasan permukiman padat di wilayah barat Kota Kediri. Kondisi tersebut membuat sungai ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar tetap mampu menjalankan fungsi drainase secara optimal.
Ia menjelaskan, pencemaran akibat pembuangan sampah sembarangan, terutama sampah plastik dan limbah rumah tangga, masih menjadi persoalan yang dihadapi di kawasan tersebut. Jika tidak ditangani, kondisi itu dapat mengganggu ekosistem sungai sekaligus meningkatkan risiko banjir.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya menjaga kebersihan sungai agar tetap bersih dan tidak menimbulkan dampak negatif seperti banjir maupun pencemaran lingkungan,” kata Yosi.
Baca juga :Β DLHKP Kota Kediri Bersihkan Kali Kedak, Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Cegah Banjir
DPUPR Kota Kediri juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan mulai menerapkan pengelolaan sampah yang baik dari lingkungan rumah tangga.
Selain itu, warga diharapkan dapat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sampah plastik masih menjadi salah satu jenis limbah yang paling banyak ditemukan di sekitar aliran Kali Kedak dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai.
Melalui kegiatan pemeliharaan dan pembersihan sungai secara berkala, DPUPR Kota Kediri berharap kondisi lingkungan tetap terjaga, kualitas aliran sungai semakin baik, serta potensi banjir akibat penyumbatan saluran air dapat ditekan.
Upaya tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Kota Kediri yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni.***
Reporter: Agus Ely Burhan
Editor : Hadiyin





