TULUNGAGUNG, LINGKARWILIS.COM β Memasuki musim kemarau, elevasi air di Bendungan Wonorejo, Kabupaten Tulungagung, mulai mengalami penurunan. Meski demikian, Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu pasokan air baku maupun kebutuhan irigasi masyarakat.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 PJT I, Nina Meitasari, mengatakan saat ini elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo berada di angka 169,74 meter. Penurunan tersebut merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau.
“Memasuki musim kemarau, elevasi air Bendungan Wonorejo memang mulai mengalami penurunan. Saat ini berada pada level 169,74 meter,” kata Nina Meitasari, Senin (29/6/2026).
Meski terjadi penurunan, PJT I memastikan ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat tetap aman. Hal itu karena Bendungan Wonorejo merupakan waduk tahunan yang telah dikelola melalui perencanaan alokasi air sejak musim penghujan.
Baca juga :Β SPMB 2026 Gelombang I Usai, Dua SMP Negeri di Tulungagung Masih Minim Peminat
Menurut Nina, selama musim hujan pihaknya melakukan pengisian waduk secara optimal, kemudian mengatur pelepasan air berdasarkan rencana alokasi tahunan agar kebutuhan air pada musim kemarau tetap dapat terpenuhi.
“Ketika musim hujan kami mengisi waduk, kemudian pelepasan air diatur melalui rencana alokasi tahunan sehingga kebutuhan pada musim kemarau tetap tercukupi,” jelasnya.
PJT I juga memastikan pasokan air baku dan irigasi hingga akhir tahun 2026 masih berada dalam kondisi aman. Bahkan, berdasarkan simulasi yang dilakukan, Bendungan Wonorejo masih mampu memenuhi kebutuhan air meskipun tidak ada tambahan aliran masuk (inflow) ke waduk.
Hasil simulasi tersebut menunjukkan elevasi air diperkirakan terus menurun hingga mencapai sekitar 154 meter pada akhir tahun. Namun kondisi itu dinilai masih dalam batas aman dan diperkirakan kembali meningkat saat musim hujan tiba.
Baca juga :Β Realisasi APBN Kediri Raya Melemah Namun Pembiayaan UMKM Justru Melonjak, Ini lnfonya
“Kami tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat, terutama untuk penyediaan air baku dan irigasi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.
Nina menambahkan, layanan irigasi dari Bendungan Wonorejo mampu mengairi lahan pertanian seluas lebih dari 7.000 hektare di Tulungagung dan wilayah sekitarnya. Dengan kondisi cadangan air saat ini, kebutuhan irigasi maupun air baku dipastikan tetap terpenuhi hingga penghujung tahun.***
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Hadiyin





