Tulungagung, LINGKARWILIS.COM β Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 gelombang pertama untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Tulungagung telah berakhir. Meski mayoritas sekolah menerima jumlah pendaftar sesuai harapan, masih terdapat dua SMP negeri yang hingga penutupan pendaftaran mencatat jumlah peminat sangat sedikit.
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan SPMB gelombang pertama, tercatat sebanyak 10.522 calon peserta didik melakukan pendaftaran melalui sistem daring.
Jumlah tersebut berasal dari sekitar 11 ribu lulusan SD/MI tahun 2026, termasuk lulusan tahun 2025 maupun calon peserta dari luar daerah yang juga difasilitasi mengikuti proses seleksi. Dari empat jalur penerimaan yang tersedia, jalur domisili menjadi pilihan terbanyak para pendaftar.
Baca juga :Β Seleksi Jabatan Sekda Tulungagung Masuk Tahap Tiga Besar, Ini Nama-Nama Kandidatnya
“Mayoritas lulusan SD/MI di Tulungagung memilih melanjutkan pendidikan ke SMP negeri. Kami juga memberikan kesempatan kepada lulusan tahun 2025 untuk mengikuti SPMB tahun ini,” ujar Rifka, Minggu (28/6/2026).
Hasil seleksi gelombang pertama diumumkan pada Sabtu (27/6/2026). Untuk jenjang SMP, pengumuman dilakukan secara daring, sedangkan jenjang TK dan SD diumumkan secara langsung di masing-masing sekolah.
Berdasarkan hasil rekapitulasi pendaftaran, terdapat dua SMP negeri yang jumlah pendaftarnya masih jauh di bawah kuota. Kedua sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Atap Sendang yang hanya menerima delapan pendaftar serta SMP Negeri 2 Pucanglaban dengan sembilan calon siswa.
“Hanya dua sekolah itu yang jumlah pendaftarnya masih di bawah sepuluh orang,” jelasnya.
Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan kesempatan masih terbuka melalui pelaksanaan SPMB gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (1/7/2026). Tahap lanjutan tersebut akan dilaksanakan selama satu hari.
SPMB gelombang kedua diprioritaskan bagi sekolah yang belum memenuhi daya tampung, sekaligus memberikan kesempatan kepada calon peserta didik yang belum diterima pada seleksi gelombang pertama.
“Kami berharap sekolah yang masih kekurangan pendaftar dapat memenuhi kuotanya pada gelombang kedua. Begitu pula siswa yang belum diterima sebelumnya masih memiliki kesempatan untuk mendaftar kembali,” pungkasnya.***
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Hadiyin





