Kediri, LINGKARWILIS.COM β Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kediri terus memperkuat tata kelola perpustakaan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan budaya literasi di tengah masyarakat.
Melalui penyediaan koleksi buku yang berkualitas serta perluasan layanan perpustakaan, Disarpus berharap minat baca masyarakat terus meningkat dan mampu mendukung terciptanya SDM yang berdaya saing.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kediri, Drs. Sri Ilham Wahyu Subekti, M.Si, menjelaskan pengembangan layanan dilakukan di berbagai jenis perpustakaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri.
Saat ini, fasilitas perpustakaan telah tersedia di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kediri, 615 perpustakaan sekolah dasar (SD), 52 perpustakaan sekolah menengah pertama (SMP), 111 perpustakaan desa, delapan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta 25 perpustakaan masjid. Selain itu, sejumlah perpustakaan juga telah hadir di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Perikanan, yang ke depan akan terus diperluas.
Baca juga :Β Gertek 2026 Digelar di Kediri, Mas Dhito Kenalkan Teknologi Pertanian Modern kepada Ribuan Petani
Menurut Ilham, pengembangan tata kelola perpustakaan tersebut bertujuan mempermudah masyarakat memperoleh akses informasi sekaligus meningkatkan budaya membaca.
“Pengembangan perpustakaan di berbagai instansi merupakan bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat agar minat baca terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami juga menambah layanan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Selain layanan konvensional, Disarpus juga mengembangkan layanan perpustakaan digital melalui Pojok Baca Digital (Pocadi) yang berada di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) serta Panjalu E-Library.
Melalui layanan digital tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai koleksi buku menggunakan telepon genggam tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
“Melalui Panjalu E-Library masyarakat dapat mengunduh dan membaca buku secara digital. Sepanjang tahun 2025, jumlah pengunjung layanan ini mencapai 77.809 orang,” jelas Ilham.
Ia menambahkan, terdapat dua desa yang dinilai berhasil mengembangkan perpustakaan desa secara optimal, yakni Desa Kwadungan dan Desa Doko, Kecamatan Ngasem.
Baca juga :Β Gertek 2026 Digelar di Kediri, Mas Dhito Kenalkan Teknologi Pertanian Modern kepada Ribuan Petani
Khusus di Desa Doko, kegiatan literasi rutin dikembangkan dengan menghadirkan penulis untuk berdiskusi dan membedah buku bersama masyarakat. Bahkan, sejumlah pos keamanan lingkungan (pos kamling) juga dimanfaatkan sebagai lokasi perpustakaan mini.
Ilham menilai keberadaan perpustakaan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan seorang pemuda yang sebelumnya gemar balap liar, kemudian mulai tertarik membaca buku otomotif di perpustakaan desa hingga akhirnya mampu membuka usaha bengkel sendiri.
“Dari pengalaman tersebut terlihat bahwa perpustakaan dapat memberikan perubahan positif. Karena itu kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan layanan perpustakaan dan menyediakan koleksi buku yang berkualitas,” tuturnya.
Untuk menjaga ketertarikan masyarakat terhadap koleksi bacaan, Disarpus juga menerapkan sistem sirkulasi buku antarpustakaan sehingga koleksi terus berganti dan memberikan variasi bacaan bagi masyarakat.
Menurut Ilham, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas literasi sekaligus memperkuat budaya membaca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kediri.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





