JAKARTA, LingkarWilis.com β Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono atau yang akrab disapa Pak Dar, menegaskan komitmennya melakukan pembenahan menyeluruh di lingkungan BGN dengan menetapkan tiga prioritas utama, yakni pemberantasan korupsi, penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta peningkatan transparansi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Meski belum genap sepekan menjabat sebagai Kepala BGN, Pak Dar mengaku langsung melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan agar pelaksanaan Program MBG berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Belum genap seminggu saya menjadi Kepala BGN, saya berusaha mengidentifikasi persoalan yang harus segera diselesaikan. Ada tiga fokus utama yang menjadi prioritas kami, yaitu memberantas praktik korupsi, memastikan tata kelola Program MBG berjalan dengan baik, serta memperkuat transparansi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Pak Dar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7).
Terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan oknum di lingkungan BGN, Pak Dar menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Ia memastikan BGN akan memberikan dukungan penuh selama proses penyelidikan maupun penyidikan berlangsung.
“Kami siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan membuka seluruh akses terhadap informasi maupun data yang diperlukan dalam proses penegakan hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Selain memperkuat integritas organisasi, BGN juga akan membenahi tata kelola Program MBG, mulai dari peningkatan pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kualitas layanan, hingga memastikan seluruh proses penyelenggaraan memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip akuntabilitas.
Sebagai bagian dari reformasi kelembagaan, BGN tengah mengembangkan sistem informasi yang lebih transparan sehingga masyarakat dapat mengakses informasi mengenai pelaksanaan Program MBG dengan lebih mudah.
Melalui sistem tersebut, orang tua, sekolah, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memantau layanan MBG sebagai bagian dari penguatan pengawasan publik.
Menurut Pak Dar, keterbukaan informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Program MBG. Karena itu, BGN akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat dalam mengawal keberhasilan program tersebut.
Kami mengakui masih ada berbagai hal yang harus diperbaiki. Karena itu, pembenahan harus dilakukan secepat mungkin. Tujuan kami sederhana, memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan dengan baik, bersih, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Pak Dar.***
Editor : Hadiyin





