Ponorogo, LINGKARWILIS.COM – Peristiwa mengejutkan terjadi di Dusun Bakalan, Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo. Rumah milik Kademi, seorang janda yang tinggal seorang diri, tiba-tiba ambruk hingga hampir rata dengan tanah meski saat kejadian tidak turun hujan maupun terjadi angin kencang.
Beruntung, Kademi berhasil menyelamatkan diri sehingga kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Kademi menuturkan, saat bangunan rumah mulai runtuh, dirinya tengah duduk di dalam rumah. Ia sempat melihat bagian selambu rumah bergerak sebelum beberapa saat kemudian bangunan tersebut roboh.
“Saya lihat selambunya goyang-goyang, terus rumahnya roboh. Saya sedang duduk di dalam. Setelah ambruk langsung keluar. Ya kaget,” ujar Kademi.
Akibat kejadian tersebut, sebagian besar bangunan rumah mengalami kerusakan dan nyaris seluruhnya roboh. Untuk sementara waktu, Kademi memilih mengungsi ke rumah adiknya sembari menunggu penanganan lebih lanjut.
Baca juga : Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sidak SMPN 1 Kras, Minta Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Salah seorang warga, Misradi, mengatakan sebelum rumah tersebut ambruk terdengar suara kayu seperti berderak. Namun, kondisi cuaca ketika itu cerah dan tidak terdapat hujan maupun angin yang secara kasatmata dapat memicu keruntuhan.
“Katanya yang punya rumah dengar suara kretek-kretek, lalu tahu-tahu roboh. Waktu itu masih ada di dalam rumah, untung langsung keluar sehingga selamat. Cuma rambutnya penuh debu kena reruntuhan,” tutur Misradi.
Ia menyebut rumah tersebut telah berdiri selama lebih dari 10 tahun. Berdasarkan pengamatannya, kayu yang menjadi penyangga bangunan juga masih terlihat cukup baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda lapuk maupun rusak akibat serangan rayap.
Meski demikian, Misradi mengungkapkan bahwa sekitar satu bulan terakhir terdapat aktivitas penambangan di sekitar lokasi rumah. Jarak aktivitas tersebut diperkirakan hanya sekitar 30 meter dari rumah Kademi.
“Suara alat berat bahkan kerap terdengar hingga permukiman warga. Kurang tahu penyebabnya,” katanya.
Baca juga : BMKG : Hujan Saat Musim Kemarau di Kediri Dipicu Gelombang Rossby, Kondisi Dinilai Normal
Kepala Desa Nglewan, Suwandi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab rumah tersebut tiba-tiba roboh. Pemerintah desa masih menunggu peninjauan lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang menyebabkan bangunan ambruk.
“Memang tidak ada angin maupun hujan. Di sekitar lokasi ada aktivitas tambang sekitar 30 meter dari rumah. Apakah ada kaitannya atau tidak, kami belum bisa memastikan,” jelas Suwandi.
Pemerintah Desa Nglewan telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD Ponorogo. Selain mengupayakan bantuan untuk Kademi, warga sekitar juga bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan akibat rumah roboh.
“Sementara kita bantu untuk bersihkan material rumah yang roboh,” pungkasnya.***
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Hadiyin





