Kediri, LINGKARWILIS.COM – Berawal dari kejadian sederhana di lingkungan rumah, Rosalia Dian Rahayu Rini mampu mengembangkan minuman berbahan empon-empon dan rempah hingga meraih prestasi di tingkat nasional.
Guru SD Negeri Ngadirejo III Kota Kediri tersebut mulai tertarik mempelajari minuman rempah sekitar tahun 2002-2003. Saat itu, ia melihat ibunya membuat minuman berbahan empon-empon untuk warga yang tengah mengikuti kerja bakti di depan rumah.
Pengalaman tersebut kemudian memunculkan ketertarikan Rosa untuk mempelajari lebih serius berbagai bahan rempah dan mengolahnya menjadi produk minuman yang memiliki nilai ekonomi.
Seiring berjalannya waktu, Rosa terus berkreasi mengembangkan berbagai jenis minuman berbahan dasar empon-empon dan rempah. Kesibukannya sebagai guru sekaligus ibu dua anak tidak menghalanginya untuk menjalankan usaha tersebut.
Baca juga : Curi Perhatian, Raffi Ahmad Kenakan Busana Khas Kabupaten Kediri di Upacara Kemerdekaan
Di sela aktivitas mengajar, Rosa mengatur waktu untuk memproduksi minuman sesuai pesanan. Ia juga memiliki warung di wilayah Ngronggo, Kota Kediri, sebagai salah satu tempat memasarkan produknya.
Ketekunan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 2026, Rosa berhasil meraih Juara I lomba inovasi produk minuman berbahan baku empon-empon tingkat nasional yang digelar di Jambi.
Rosa yang merupakan anggota Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Kediri itu mengaku sempat menghadapi persaingan ketat ketika mempresentasikan produknya di hadapan dewan juri.
“Sekalipun rivalitasnya berat saat presentasi di depan juri, saya jelaskan bahwa minuman berbahan baku empon-empon dan rempah-rempah ini banyak manfaat dan berkhasiat bagi tubuh. Untuk juri saya siapkan tester agar dicoba untuk bisa merasakan, dan mereka memuji kreasi minuman yang saya buat,” ujarnya.
Sebagai seorang ibu yang menjalani peran sebagai orang tua tunggal, Rosa mengaku harus pandai membagi waktu antara pekerjaan sebagai guru, mengurus keluarga, dan menjalankan usaha. Usaha tersebut menjadi salah satu upayanya menambah penghasilan keluarga.
Produk minuman empon-empon yang dipasarkan Rosa dibanderol dengan harga relatif terjangkau, yakni sekitar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kemasan.
Baca juga : Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Kabupaten Kediri Digelar Pagi di Stadion Canda Bhirawa
Produk tersebut dikembangkan dengan merek Jaga Raga. Rosa berharap inovasi minuman berbahan rempah yang dibuatnya dapat terus berkembang dan dikenal masyarakat lebih luas.
Prestasi Rosa tidak hanya diraih dalam satu ajang. Sebelumnya, ia juga telah menorehkan sejumlah prestasi di berbagai daerah.
Di antaranya Juara I di Jambi untuk kategori pengolahan sampah, Juara II di Kediri untuk inovasi wedang empon-empon, serta Juara III di Garut untuk inovasi gula aren.
Selain itu, terdapat sembilan karya yang berhasil masuk grand final dalam berbagai ajang inovasi daerah. Karya tersebut meliputi olahan keripik ikan di Solo, kreasi tas manik-manik di Palembang, gula aren di Garut, pengolahan sampah di Jambi, kreasi briket di Denpasar, olahan bakpia di Bau-Bau, tas rajut di Sukabumi, keripik jahe di Pekanbaru, serta inovasi wedang empon-empon di Kota Kediri.
Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat dikembangkan dari hal-hal sederhana di sekitar. Rosa juga membuktikan bahwa profesi sebagai guru tidak menghalangi seseorang untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi ekonomi kreatif.***
Reporter : Bakti Wijayanto
Editor : Hadiyin





