Korban Dugaan Kekerasan Seksual Berusia 12 Tahun, Mbak Wali Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Trauma

Korban Dugaan Kekerasan Seksual Berusia 12 Tahun, Mbak Wali Pastikan Pendampingan dan Pemulihan Trauma
Walikota Kediri Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Wali turun langsung memastikan kondisi korban sekaligus berkoordinasi dengan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu (Ely)

Kediri, LINGKARWILIS.COM – Pemerintah Kota Kediri memastikan seorang anak berusia 12 tahun yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual memperoleh pendampingan intensif, termasuk penanganan untuk membantu pemulihan trauma.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali turun langsung menemui korban untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologisnya. Ia juga berkoordinasi dengan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu terkait penanganan perkara tersebut.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi korban kekerasan.

Selain memberikan dukungan moral, Pemkot Kediri juga memastikan korban tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses pemulihan.

“Tadi pagi kita sudah mengunjungi salah satu korban kekerasan seksual, di mana kekerasan ini diduga dilakukan oleh ayah tiri. Saya lihat korban ini masih trauma, namun Alhamdulillah sudah mau pergi ke sekolah,” ujar Mbak Wali.

Baca juga : UMKM Milenial Fest 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Lokal Kabupaten Kediri

Menurutnya, dugaan kekerasan seksual terhadap anak harus ditangani secara serius. Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan tindakan tegas kepada terduga pelaku sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mbak Wali menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mewujudkan daerah yang ramah dan aman bagi anak.

“Anak-anak ini aset bangsa dan harus benar-benar dijaga. Jangan sampai ada hal-hal buruk yang mempengaruhi masa depannya. Dengan adanya kejadian ini anak menjadi trauma,” ungkapnya.

Dalam membantu pemulihan kondisi korban, Pemkot Kediri melalui UPT Rumah Aman memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan setiap hari, termasuk saat korban berangkat dan pulang dari sekolah.

“Kondisi saat ini berangsur membaik. Tadi sudah mau komunikasi namun masih trauma. Kami akan terus dampingi dalam pemulihannya,” jelas Mbak Wali.

Baca juga : Pemkab Kediri Buka Panggung bagi UMKM Milenial untuk Naik Kelas

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kota Kediri. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat langkah pencegahan dan perlindungan anak guna menekan terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu mengatakan penanganan kasus tersebut saat ini dilakukan oleh Satreskrim Polres Kediri Kota. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

“Masih dilakukan pendalaman terkait modus operandi yang bersangkutan. Alat bukti dan penyidikan juga terus berjalan hingga nanti pelimpahan ke Kejaksaan,” terang Kresno.

Ia menambahkan, terduga pelaku telah diamankan sekitar satu hingga dua hari sebelumnya. Meski demikian, proses penyidikan masih terus dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai perkara tersebut.

“Terduga pelaku sudah diamankan sekitar sehari atau dua hari lalu. Masih kita tangani terus sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang utuh,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Kediri bersama kepolisian memastikan penanganan perkara akan dilakukan sesuai ketentuan hukum. Sementara itu, pendampingan terhadap korban akan terus diberikan untuk membantu pemulihan kondisi psikologisnya.***

Reporter : Ely Burhan

Editor : Hadiyin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *